Home Nasional Politik JSI: Pencapresan Jokowi Tak Pegaruhi Hasil Pileg

JSI: Pencapresan Jokowi Tak Pegaruhi Hasil Pileg

0

POROSNEWS.COM –  Direktur Eksekutif Jaringan Suara Indonesia (JSI), Widdi Aswindi mengatakan, pencapresan Joko Widodo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak berdampak signifikan terhadap pilihan masyarakat dalam Pemilu Legislatif (Pileg), 9 April mendatang.

“Responden yang tahu Jokowi dicapreskan oleh PDIP, masyarakat tidak serta-merta memindahkan (pilihan) partainya (ke PDIP). Jadi, ‘soal capres, saya pilih Jokowi. Tapi soal partai, saya tetap (pada pilihan awal)’,” ujarnya saat mempresentasikan hasil survei teranyarnya bertajuk “PDIP Pemenang Pemilu Legislatif 2014” di kantor JSI, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (6/4).

Lebih jauh, Widdi menjelaskan, sikap serupa terjadi, bahkan ketika Gubernur DKI Jakarta itu belum dideklarasikan sebagai capres. Sebagai data, dia membandingkannya dengan hasil riset sebelumnya yang digelar September lalu. “Itu posisinya (PDIP) 22,6 persen (September) dan sekarang, Maret di 24,7 persen,” jelasnya.

Kendati raupan suara PDIP tak signifikan dalam pencapresan Jokowi, Widdi mengingatkan, ada dua partai yang mengalami defisit pemilih, yakni Golkar dan Demokrat. Pada September, partai peninggalan Orde Baru (Orba) meraup 22,3 persen dan menjadi 18 persen. Sementara partai bintang mercy mendapat 9 persen dari sebelumnya 10,9 persen pada September.

“Justru (pasca pencapresan Jokowi) memungkinkan serangan ke PDIP. Kalau ditetapkan pasca Pileg, mungkin serangan hanya dilakukan ke Jokowi saja,” jelas dia.

Namun demikian, Widdi menerangkan, 78,5 responden mengaku tahu, bila Jokowi menjadi capres partai banteng moncong putih. Sementara 18 persen lainnya mennyatakan tidak tahu dan sisanya, 3,4 persen tak menjawab. “Artinya, tiga dari empat orang Indonesia tahu, kalau Jokowi adalah capres dari PDIP,” pungkas mantan aktivis 98 ini.

Survei JSI itu digelar pada 24-30 Maret lalu yang melibatkan 1.200 responden dengan teknik sampling multistage random sampling. Pengambilan data menggunakan wawancara tatap muka dengan panduan kuesioner. Kemudian, quality control sebesar 20 persen dari total sampel dimonitoring selama wawancara berlangsung dan 20 persen dari total sampel didatangi kembali setelah proses wawancara selesai. Adapun margin of error sekira 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (P-19/FH)
_____________

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.