Home Nasional Metropolitan Masuk Jalur Busway, Mobil Aparat Pantang Ditilang

Masuk Jalur Busway, Mobil Aparat Pantang Ditilang

0

mobil aparat msk buswayPOROSNEWS.COM – Sebanyak 25 kendaraan roda dua dan sedikitnya sepuluh mobil ditindak oleh petugas Satlantas wilayah Jakarta Utara yang sedang melakukan operasi rutin di jalan Yos Sudarso, tepatnya di samping pintu keluar tol Plumpang pada Minggu (6/4) sore. Operasi ini tidak menimbulkan kepadatan lalu lintas karena dilakukan di hari Minggu dimana kondisi lalu lintas lengang.

“Jadi semua kendaraan pribadi yang menggunakan jalur busway baik roda dua maupun roda empat, dimana semua yang terjaring dalam operasi ini akan dikenakan tilang dengan denda maksimum dan diberikan slip biru,” jelas Andi bintara Satlantas Jakarta Utara kepada SP minggu (6/4) sore. Andi menjelaskan semua yang terkena tilang harus membayar denda maksimum dengan membayar ke bank yang ditunjuk kepolisian atau mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan besar tilang tergantung keputusan hakim.

Menurut pantauan, banyak kendaraan mobil dan sepeda motor yang masuk jalur busway yang telah di stop kemudian dibiarkan melenggang bebas tanpa terkena tilang. Pada umumnya mereka yang kebal dari tilangan polisi ini memiliki stiker tertentu pada nomor polisi kendaraan mereka dan menunjukkan kartu anggota mereka kepada petugas yang menyetop kendaraan mereka. “Mereka ini banyak yang mengaku berasal dari anggota aparat yang baru-baru ini kantornya mengalami musibah di pelabuhan Tanjung Priok dan sedang dalam perjalanan tugas, jadi mau tidak mau kami lepaskan,” ujar Andi. Namun demikian Andi selalu memberikan peringatan kepada mereka bahwa jalur busway dilarang untuk digunakan kendaraan pribadi apapun alasannya.

Oki (24) salah satu pengendara sepeda motor matik yang kedapatan menggunakan jalur busway akhirnya diberhentikan oleh petugas kepolisian meski ia sempat keluar dari jalur busway ketika kaget melihat ada polisi di depannya. “Saya tadi buru-buru makanya saya pake jalur busway,” ujar Oki yang sebenarnya mengetahui larangan tidak boleh melintas di jalur busway. Ia mengaku kapok dengan perbuatannya dan dengan berat hati harus merelakan uang Rp.500.000 rupiah untuk menebus Surat Izin Mengemudi (SIM) nya yang ditahan oleh petugas kepolisian. (P-21/BS)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.