Home Nasional Fadli Zon Anggap Serangan ke Gerindra Wajar

Fadli Zon Anggap Serangan ke Gerindra Wajar

0

fadli zon-1-okePOROSNEWS.COM – Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fadli Zon, mengakui partainya kerap melakukan kampanye negatif, yakni mengkritik lawan politik dengan menggunakan fakta dan bukan fitnah.

Kepada wartawan di Gerindra Media Centre, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (7/4/2014), Fadli mengatakan kampanye negatif itu wajar dalam konteks negara demokrasi dengan memaparkan fakta negatif lawan politik. Masyarakat pun bisa menilai calonnya dari kampanye negatif.

Fadli menyontohkan dengan pemaparan soal mantan Presiden Megawati Soekarnoputri saat menjabat telah menjual Indosat, sejumlah kapal milik Pertamina, menjual murah gas Tangguh, hingga lepasnya pulau Sipadan-Ligitan ke Malaysia.

“Itu fakta, bukan fitnah. Kita melakukan negative campaign, tapi bukan black campaign yang tidak berdasar, cenderung fitnah,” katanya.

Kata dia, justru calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto paling banyak menjadi korban black campaign. Isu-siu seperti penculikan aktivis seputar peristiwa tahun 1997-1998, anti ras Tionghoa hingga tudingan Prabowo siap membunuh capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo alias Jokowi.

Soal penculikan aktivis seputar Mei 1998, kata dia saat itu Prabowo menjabat sebagai Pangkostrad TNI AD. Berdasarkan sistem di TNI saat itu Pangkostrad bukanlah panglima utama yang bisa menggerakan pasukan.

“Yang berhak menggerakan pasukan adalah Panglima ABRI, saat itu ya Pak Wiranto, yang paling bertanggungjawab adalah Panglima ABRI,” ujarnya.

“Kalau pak Prabowo mau mengudeta ya bisa saja, kan waktu itu ada Kostrad dan Kopassus, tapi pak Prabowo memilih jalan demokrasi, yang sampai sekarang masih diusung melalui Partai Gerindra,” tambahnya.

Fadli mengaku sudah berkali-kali selama lima belas tahun terakhir menjelaskan masalah itu. Namun hingga kini tetap saja ada pihak-pihak tertentu yang mengusung isu tersebut untuk meruntuhkan elektabilitas Prabowo.

Terakhir isu tersebut diusung oleh sekelompok orang yang menyebarka pamflet di Sulawesi Selatan. Namun sayangnya kader Partai Gerindra di Sulsel gagal menangkap tangan pelaku penyebaran pamlfet yang bertuliskan Prabowo pelaku penculikan.

“Ada juga akun Twitter Abraham Samad,saya pikir itu Abraham Samad (Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi), tapi ternyata tidak,” tuturnya.

Akun Abraham Samad itu memaparkan hal-hal “miring” soal Prabowo, salah satunya dalah bila Jokowi tewas sebelum pemilihan presiden, maka Prabowo lah yang harus diduga bertanggungjawab.

“Sejak tahun 1965, 1968, tidak ada political assasination (pembunuhan politik), menurut saya ini bagian manuver politik yang mengarah black campaign,” ujar Fadli Zon.

Gerindra merespon black campaign itu dengan membanjiri masyarakat soal isu-isu positif Prabowo. Dengan demikian masyarakat tahu fakta sebenarnya tentang Prabowo.

“Soal mempidanakan, kita kesulitan, soalnya identitas pelakunya tidak jelas,” tandasnya.(Nurmulia Rekso Purnomo).  (PNC/Tr)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.