Home Nasional Hukum Gagasan Gila, Hakim Agung Naik Gaji

Gagasan Gila, Hakim Agung Naik Gaji

0

hakim agungPOROSNEWS.COM – Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki mengusulkan supaya hakim agung digaji seperti Singapura, yaitu Rp 500 juta per bulan.

Menurut Suparman, dengan gaji Rp 500 juta per bulan diharapkan hakim agung akan kebal suap. Selain itu dengan beban yang cukup berat, maka sudah selayaknya Indonesia harus mencontoh Singapura yang menggaji hakim agungnya sebesar Rp 450 juta per bulan. Tapi perbandingan itu dinilai tidak tepat.

Usulan ini menuai banyak protes, antara lain dari Freedom Foundation. Melalui Deputi Direkturnya, Dhuha Hadiyanyah, LSM ini menilai bahwa apa yang diusulkan Suparman tidak masuk akal.

“Tak masuk akal jika honor saja yang distandardkan dengan Singapura. Mengapa tidak kinerjanya?” ujar Dhuha.

“Jelas, sangat melukai hati rakyat. Pejabat tidak niat mengabdi dan tak tahu malu. Presiden yang ada di atasnya saja tidak minta gaji setinggi itu.

“Jika alasannya supaya tidak korupsi, itu juga belum tentu efektif. Kita bisa lihat bagaimana dulu di awal era reformasi anggota dewan mengusulkan kenaikan gaji yang sangat signifikan. Alasannya serupa, supaya kebal suap. Nyatanya, sampai sekarang, anggota dewan juga ramai-ramai menggasak uang rakyat.

“Korupsi lebih soal mindset, sebab gaji petinggi di negeri ini lebih dari cukup,” ujarnya.

Menurut Dhuha, jika usulan KY ini dikabulkan, bisa jadi preseden buruk. Para pejabat tinggi lain bisa meminta kenaikan gaji selangit.

Saat ini hakim agung mendapat gaji Rp 30 jutaan per bulan. Khusus untuk Ketua Mahkamah Agung (MA) mendapat tambahan tunjangan Rp 150 juta per bulan, Wakil Ketua MA Rp 75 juta per bulan dan Ketua Muda MA sebesar Rp 50 juta per bulan.

“Negara bisa seperti Yunani, bangkrut karena beban membayar pegawai yang terlampau tinggi,” pungkasnya. (P-21/RN)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.