Home EKONOMI Bisnis Penerbit Faktur Pajak Fiktif‬ Diamankan Dirjen Pajak

Penerbit Faktur Pajak Fiktif‬ Diamankan Dirjen Pajak

0

pajakPOROSNEWS.COM – Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Kismantoro Petrus menyampaikan kabar bahwa Tim Penyidik Ditjen Pajak bekerjasama dengan Bareskrim Mabes Polri telah melakukan penangkapan penerbit faktur pajak yang tidak berdasarkan Transaksi yang sebenarnya, yang berinisial Z alias J alias B, pada tanggal 3 April 2014.

“Pengungkapan kasus ini dimulai pada tahun 2010, dengan melakukan penyidikan terhadap Soleh alias Sony, Eryanti dan dan Tan Kim Born alias We Dry. Atas proses penyidikan tersebut telah dilakukan penuntutan dan diputus melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 23 Agustus 2010,” kata Kismantoro Petrus di Jakarta Senin (7/4).

Z alias J alias B bersama saudaranya D alias A alias R (masih buron) merupakan penerbit faktur pajak yang tidak didasarkan pada transaksi sebenarnya melalui perusahaan 11 perusahaan yang didirikannya, dalam kurun waktu tahun 2013 hingga tahun 2010 diperkirakan mengakibatkan kerugian pada oendapatan negara sebesar Rp 247.447.417.730.

Menurut Kismantoro, Z dan D mendirikan 11 perusahaan itu dengan menggunakan nama-nama fiktif sebagaipengurus dan pemegang saham. Z dan D menyuruh anak buah mereka, bernama Soleh alias Sony, dkk, untuk mendatangani faktur pajak dan SPT Masa PPN perusahaan-perusahaan terse but. Faktur pajak yang diterbitkan kemudian dijual ke perusahaan-perusahaan yang berniat menggunakan faktur tersebut sebagai pengurang jumlah pajak yang harus dibayar.

Ditjen Pajak akan senantiasa melakukan tindakan yang tegas terhadap perusahan-perusahaan penerbit dan pengguna faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya. “Diimbau kepada masyarakat dan wajib pajak agar berhati-hati dalam menggunakan faktur pajak masukan, sehungga tidak terlibat dalam tindakan pidana perpajakan,” kata Kismantoro.(PN/A/TO)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.