Home Nasional Hukum Benarkah Bio Farma Terlibat Hambalang?

Benarkah Bio Farma Terlibat Hambalang?

0

biofarmaPOROSNEWS.COM –  Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Bio Farma Negara Andjang Kusumah mengaku tidak tahu menahu soal kasus korupsi vaksin flu burung yang sempat menjerat perusahaannya.

“Mohon maaf, kalau masalah flu burung, saya tidak tahu,”katanya kepada Angga dari Jabarsatu.com melalui pesan singkat, Jum’at, (2/8/2013).

Sebelumnya, Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR memanggil dua instansi yang diduga terkait kasus korupsi proyek vaksin flu burung  yaitu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan PT Bio Farma.

Ketua BAKN, Sumarjati Arjoso, mengatakan pemanggilan dua institusi tersebut berdasarkan telaah BAKN terhadap hasil audit BPK bahwa terdapat potensi kerugian negara dalam kasus proyek vaksin flu burung yang cukup besar yang merugikan negara hingga Rp 468,98 miliar.

“Pemanggilan ini dilakukan untuk mengklarifikasi terhadap tindak lanjut hasil temuan BPK atas pengadaan sarana dan prasarana pembuatan vaksin flu burung untuk manusia tahun anggaran 2010-2011 yang dilakukan oleh Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan,” ujar Sumarjati, Kamis (7/2) lalu. 

Sementara itu, anggota BAKN DPR, Fahri Hamzah, menyarankan kepada KPK agar kasus dugaan korupsi vaksin flu burung ini menjadi prioritas oleh KPK bukan kepolisian.
“Harusnya  KPK memprioritaskan kasus ini karena sudah ditemukan oleh BPK dan diapproval oleh BAKN,” ujar Fahri.

KPK menyelidiki proyek vaksin flu burung tahun anggaran 2011 dan menyelidiki pengadaan pabrik vaksin flu burung senilai Rp 1,3 triliun yang dibangun di kawasan Pasteur, Bandung, Jawa Barat. Dalam penyelidikannya, KPK menemukan dugaan keterlibatan M Nazaruddin saat menjabat bendahara umum Partai Demokrat.

Sedangkan kepolisian menyelidiki proyek vaksin flu burung tahun anggaran sebelumnya, yakni 2008 hingga 2010. Dari hasil penyelidikan kepolisian di Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan di Kemenkes dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 300 miliar ini, penyidik menetapkan seorang pejabat instansi tersebut sebagai tersangka. Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Bio Farma Andjang Kusumah membantah jika perusahaannya terlibat dalam kasus Hambalang.

“Sama sekali tidak ada kaitannya dengan Hambalang. Kami sudah jelaskan itu,” ujarnya kepada Angga dari  JabarSatu.com usai acara Duet Amal  Dahlan Iskhan dan Wali Band, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (31/7).

Padahal sebelumnya, Direktur Utama PT. Bio Farma Iskandar pernah dipanggil KPK sebagai saksi dalam kasus tersebut namun ia tidak bergeming sepatah kata pun saat itu.

Seperti diketahui bahwa PT. Bio Farma termasuk salah satu perusahaan yang terindikasi ikut bermain dalam proyek Hambalang yang banyak menyeret orang penting di Partai Demokrat.

Beberapa saksi telah diperiksa KPK, di antaranya mantan Direktur Keuangan PT Bio Farma Muhammad Sofi, Pegawai Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya Henny Susanti, Pelaksana fungsi umum dan Rumah Tangga Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya Zaria Utama, Wiraswasta Muhammad Aris Mandji, Karyawan PT Ciriajasa Cipta Mandiri Susono dan Sahala Simanjuntak.(TIM-POROSNEWS)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.