Home Nasional Hukum Inilah 16 Kekerasan Bermotif Politis di Tanah Air

Inilah 16 Kekerasan Bermotif Politis di Tanah Air

0

kekerasanPOROSNEWS. COM – Menjelang perhelatan pemilihan umum legislatif (pileg), praktik dan aksi kekerasan yang disertai pembunuhan dan penghilangan nyawa semakin marak menjamur.

Ironisnya, pesta pora kekerasan tersebut bukan hanya terjadi di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) melainkan juga tersebar di berbagai titik dan provinsi di seluruh Indonesia.

Berdasarkan catatan dan pantauan Indonesia Police Watch (IPW) sepanjang bulan Februari hingga April 2014 ditemukan sebanyak 16 aksi kekerasan yang terjadi di 8 Provinsi di seluruh Indonesia.

“Setidaknya pihak Polri perlu mengantisipasi aksi kekerasan di 8 Daerah tersebut,” kata Neta di Jakarta, Selasa (8/4).

Berdasarkan data yang diterima PorosNews. Com, keenam belas aksi kekerasan itu terjadi di 8 Provinsi. Adapun perinciannya sebagai berikut :

1. Pada tanggal 5 April 2014
Kapolresta Jayapura AKBP Alfred Papare dan anggota TNI-AD atas nama Tugino
mengalami luka akibat ditembak orang tak dikenal di perbatasan RI-Papua Nugini, di Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua.

2). Untuk kasus kedua yang paling banyak terjadi kekerasan di Provinsi NAD. Berikut rekap datanya :

Pada tanggal 31 Maret 2014
Tiga orang tewas dan satu kritis saat mobil caleg Partai Aceh yang berisi 10 penumpang ditembaki orang tak dikenal dengan AK-47 di Desa
Geulanggang Teungoh, Kota Juang, Bireuen, Aceh. Mereka yang tewas adalah Azirawati (28), Juwaini (29), dan bayi bernama Khairil Anwar
(1,5).  Sedangkan yang kritis bernama Fakhrurrazi.

Sebelumnya pada tanggal 11 Maret 2014
Kantor Partai Aceh Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) Lueng Bata Banda Aceh
digranat. Akibatnya, seorang bocah berusia 9 tahun yang sedang melintas mengalami luka-luka terkena serpihan granat yang dilempar
orang tidak dikenal itu.

Kemudian pada tanggal 5 Maret 2014, Kantor Dewan Pimpinan Gampong (DPG) Partai Aceh di Meunasah Manyang,
Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe dibakar orang tak dikenal. Tidak ada
korban jiwa dalam kasus ini.

5 Maret 2014
Posko Partai Nasdem di Desa Alue Awe, Kecamatan Geurudong Pase, Aceh
Utara dibakar orang tak dikenal.

2 Maret 2014
Faisal, caleg DPRD Aceh Selatan tewas ditembak secara membabi buta
oleh orang tak dikenal. Korban tewas setelah diberondong 42 butir peluru saat melintas di Gampong Ladang Tuha, Meukek, Aceh Selatan.

1 Maret 2014
Taufik alias Banggala (33), anggota Satgas Partai Aceh, di Gampong
Geundot, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireun dikeroyok oleh sekelompok
orang.

28 Februari 2014
Mobil milik Razuan, caleg DPRD dari Partai Damai Aceh (PDA) di di Gampong Pante Raja, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan dibakar orang
tak dikenal.

21 Februari 2014
Sebuah bom molotof dilempar sekelompok orang tidak dikenal ke rumah
Husaini, caleg DPRD Aceh Utara Partai Nasdem di Desa Nibong, Kecamatan
Meurah Mulia, Aceh Utara. Tidak ada korban jiwa dalam kasus ini.

16 Februari 2014
Caleg Partai Nasional Aceh (PNA) di Gampong Hagu Selatan, Lhokseumawe,
Ilyas Syafii dianiaya saat sedang memasang atribut kampanye di daerah
tersebut. Di hari yang sama, sekelompok pria juga mengamuk di Gampong
Hagu Selatan. Mereka merusak sebuah mobil yang berbalut stiker Partai
Aceh.

16 Pebruari 2014
Mobil Iswadi, caleg DPRD Aceh Tamiang dari PDIP di Gampong Seneubok
Baro, Aceh Timur dibakar orang tak dikenal, saat sedang diparkir di
halaman rumah.

16 Februari 2014
Posko Pemenangan Zubir HT calon anggota legistatif Partai Nasdem dari daerah pemilihan empat Aceh Utara ditembaki orang tak dikenal. Selain
memberondong, pelaku juga sempat menganiaya dua orang yang berada di
dalam posko.

3). Kasus ketiga adalah, pada tanggal 31 Maret 2014
Kantor Bupati Musi Rawas Utara (Muratara)  Sumatera Selatan, di Jalan Lintas Sumatera Rupit, dibakar oleh dua orang tak dikenal. Kedua
pelaku masuk dengan menggunakan sepeda motor  melalui pintu gerbang
kantor bupati dan langsung menuju ke samping gedung serta melempar
kayu yang sudah dibakar terlebih dahulu.

4). Kasus keempat pada tanggal 28 Maret 2014 Kantor KPUD Sumba Barat Daya, NTB dibakar massa akibat kisruh berlarut sengketa pilkada di daerah itu. Kericuhan ini buntut dari kisruh
panjang hasil Pilkada di Sumba Barat Daya pasca keputusan Mahkamah Konsitusi (MK). Masalah bermula saat pasangan incumbent yang kalah mengajukan gugatan ke MK. Tidak ada korban akibat kebakaran itu, hanya
logistik pileg hangus terbakar.

5). Kasus kelima di Provinsi D.I’m Yogyakarta pada tanggal 5 Maret 2014 Bentrokan antar massa partai terjadi ketika kampanye di Jl Wahid Hasyim, Yogyakarta. Satu orang yang diduga dari kubu PDIP dikeroyok. Korban luka parah di bagian kepala karena dipukul dengan kayu, batu dan lainya. Sesaat setelah pengeroyokan, massa PDIP muncul dari sisi
utara dan menyerang kelompok yang menganiaya.

6). Kasus keenam terjadi pada 24 Februari 2014
Rumah wartawan Radar Jogja, Frietqi Suryawan di Jl Raya Magelang, Jogja dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Akibatnya para jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Anti Kekerasan melakukan aksi demo di Gedung DPRD DIY. (PN-20/JL)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.