Home Nasional Penyelenggara Pemilu Dilarang Kecolongan

Penyelenggara Pemilu Dilarang Kecolongan

0

money polPOROSNEWS. COM – Maraknya praktek ‘Money Politic’ menjelang pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) membuat geram banyak pihak. Bagaimana tidak, berbekal dengan kekuatan kapital yang kuat partai politik maupun para calegnya bisa membeli dan membayar suara rakyat.

Menanggapi hal tersebut, pemerhati pemilu Jaringan Pendidikan dan Pemilih Rakyat (JPPR) Sunanto berpendapat, praktik politik uang dalam pemilu adalah kejahatan kemanusiaan dan kejahatan pemilu.

“Praktek politik uang yang dibudayakan oleh setiap peserta pemilu dan mendorong  masyarakat mengamini menerimanya merupakan kejahatan pemilu dan kejahatan kemanusiaan.  Karena  uang yang  diserahkan akan berdampak kerusakan moral publik sebagai akibatnya,” ucap Sunanto melalui keterangan tertulis yang diterima PorosNews. Com, Jakarta, Selasa (8/4).

Penggiat demokrasi yang akrab disapa Cak Nanto tersebut menambahkan, praktik ‘money politic’ bukan hanya terjadi antara peserta pemilu dengan rakyat atau konstituen. Melainkan, dalam beberapa kasus, praktik politik uang juga terjadi antara peserta pemilu dan penyelenggara pemilu.

Modus yang digunakan adalah, partai politik atau para caleg yang berambisi meraup dukungan suara  akan menggunakan beragam cara. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan ‘menyuap’ penyelenggara pemilu demi mendapat suara yang cukup signifikan.

Praktik suap yang dilakukan peserta pemilu kepada penyelenggara pemilu di berbagai level semakin terang benderang, ketika Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) secara tegas melalui amar putusannya memberhentikan dengan tetap penyelenggara pemilu yang terlibat praktik politik uang, terlibat tindak pidana pemilu dan terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu.

“Seluruh penyelenggara pemilu harus memasang mata, telinga, dan peka terhadap praktek politik uang di lapangan. Dalam pemilu 2014 tentunya praktek politik uang makin beragam.Tidak hanya peserta pemilu yang  harus diwaspadai dalam praktek politik uang, akan tetapi kita juga harus waspada akan praktek politik uang dan barang yang dilakukan peserta pemilu kepada penyelenggara,” tutup Cak Nanto. (PN-20/JL)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.