Home Nasional Sambut Pemiliu, KPU Wajib Tuntaskan Problem Ini

Sambut Pemiliu, KPU Wajib Tuntaskan Problem Ini

0

rayPOROSNEWS.COM  – Pemerhati pemilu Lingkar madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyelesaikan empat persoalan krusial dalam pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) 2014.

Meskipun pelaksanaan pileg tinggal satu hari lagi, namun bagi Ray keempat persoalan krusial tersebut harus diurai dan dijelaskan oleh KPU.

“Pertama KPU harus jelaskan angka detail dalam Daftar pemilih tetap. Kedua, KPU harus menjelaskan jumlah surat suara yang dicetak secara detail. Ketiga, KPU  tak boleh memihak jajaran dibawahnya yang terlibat dalam praktik politik uang. Dan yang keempat, KPU harus buka rekam jejak para caleg,” kata Ray dalam sebuah diskusi publik dibilangan Tebet, Jakarta, Selasa (8/4).

Lebih lanjut penggiat demokrasi yang juga tergabung dalam ‘Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia’ menambahkan. Untuk poin pertama terkait jumlah DPT, KPU harus secara detail dan ‘clear’ menjelaskan hal tersebut. Sebab, KPU RI sendiri menetapkan DPT selama dua kali.

Penetapan pertama terjadi pada tanggal 4 November 2013 dan penetapan kedua terjadi pada akhir bulan Januari 2014. Terkait dengan hal tersebut, tentu saja ada selisih perbedaan data DPT. Karena itulah, KPU RI harus jujur dan terbuka untuk menjelaskan hal tersebut.

Untuk persoalan kedua terkait dengan jumlah surat suara yang dicetak. Ray mengaku mendapat informasi jika perusahaan pemenang tender pencetak surat suara mencetak surat suara melebihi kontrak yang sudah ditetapkan. Padahal dalam kontrak disebutkan, jumlah surat suara yang harus dicetak sesuai dengan jumlah DPT dan ditambah 2 %.

“Tapi dalam praktiknya, terjadi kelebihan cetak surat suara. Dan KPU harus jelaskan hal tersebut,” sambung Ray.

Kemudian untuk persoalan ketiga adalah terkait integritas penyelenggara pemilu diberbagai tingkatan. KPU RI harus melakukan pengecekan sekaligus memastikan jajaran dibawahnya betul-betul bekerja independen, netral dan terlepas dari praktik politik uang.

Bagi Ray, sebagai penyelenggara pemilu ditingkat pusat. KPU RI wajib hukumnya menjaga moralitas penyelenggara pemilu agar tetap netral dan mengedepankan prinsip moralitas dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara negara.

“Nah untuk yang keempat. KPU hari harus buka rekam jejak semua caleg. Tujuannya agar rakyat paham rekam jejak caleg,” tutup Ray. (PN/JL)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.