Home Nasional Hukum Teuku Bagus Rugikan Negara Rp 464,5 M

Teuku Bagus Rugikan Negara Rp 464,5 M

0

Teuku BagusPOROSNEWS.COM – Teuku Bagus Mokhamad Noor didakwa merugikan keuangan negara sejumlah Rp 464.514.000.000 (Rp 464,5 milyar), dengan cara melakukan kejahatan melawan hukum atas jabatannya selaku Kepala Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Perbuatan tersebut, kata Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irene Putrie, saat membacakan dakwaan atas kasus korupsi proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (8/4), bermula saat mengehatui proyek tersebut pada tahun 2009 dari Mindo Rosalina Manulang dan Gerhana Sianipar.

Setelah bertemu Wafid Muharam yang merupakan Sesmenpora saat itu, terdakwa meminta M Arief Taufiqurrahman, selaku Manajer Pemasaran PT Adhi Karya, agar memberikan uang kepada Wafid melalui Paul Nerlwan sejumlah Rp 5 milyar yang diserahkan 2 tahap, yakni 8 dan 16 September 2009.

Kemudian, pada 14 September 2009, Machfud Suroso juga memberikan uang kepada Wafid sebesar Rp 3 milyar yang tanda terimanya ditandatangani oleh Poniran. Uang sejumlah itu merupakan suap awal PT Adhi Karya untuk mendapatkan proyek P3SON Hambalang.

Setelah itu, pada Oktober 2009, M Arief Taufiqurrahman yang difasilitasi Muhammad Tamzil menemui Menpora Andi Alfian Mallarangeng di rumahnya bilangan Cilangkap, Jakarta Timur dan menyatakan kesiapan PT Adhi Karya mendukung proyek Kemenpora, termasuk proyek P3SON Hambalang.

“Andi Alfian Mallarangeng menyambut baik penyampaian terdakwa dan disampaikan Andi Mallarangeng akan dilakukan penggabungan fasilitas belajar dan fasilitas olah raga pada satu tempat (integrated) seperti yang ada di Singapura,” urai Irene.

Atas permintaan terdakwa Teuku Bagus Arief Taufiqurrahman kembali menemui Menpora Andi Mallarangeng di Kemenpora untuk menanyakan lelang jasa konstruksi P3SON Hambalang. Di ruangan itu ada Choel Mallarangeng, Wafid Muharam, Deddy Kusdinar, dan Mohammad Fakhruddin.

Arief menyampaikan kepada Choel Mallarangeng bahwa PT Adhi Karya akan berpatisipasi dalam proyek ini dan Choel mepersilakannya. Jelang akhir pertemuan Wafid bertanya kepada Choel, apakah proyek P3SON sudah bisa dilelang dan Choel menyetujuinya. Kemudian hasil pertemuan itu dilaporkan kepada terdakwa Teuku Bagus.

Setelah beberapa kali pihak PT Adhi Karya mengikuti pertemuan di Hotel Kristal dengan Deddy Kusdinar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan sejumlah orang dibuatlah Bill of Quantity (BoQ) yang beberapa kali disesuaian pihak Adhi Karya untuk membantu penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

“Padahal HPS seharusnya disusun oleh panitia pengadaan, bukan berdasarkan BoQ yang disusun calon pemenang lelang (PT Adhi Karya),” tandas Irene.

Untuk mengikuti lelang proyek jasa konstruksi P3SON, PT Adhi Karya membentuk Kerjasama Operasi (KSO) Adhi Wika. Setelah itu, 18 Agustus 2010, dilakukan pengumuman lelang tersebut yang pagu anggarannya sebesar Rp 262.784.897.000 (Rp 262,7 milyar).

Anggaran sejumlah itu dalam proses kontrak multi years dari Kementerian Keuangan dan jika anggaran itu tidak disetujui, maka peserta lelang tidak bisa menuntut ganti rugi.

Singkat cerita, 9 November 2010 di Hotel Aston Jakarta, dilakukan evaluasi teknis dan penawaran terhadap 4 perusahaan yang memasukan penawaran, termasuk KSO Adhi-Wika. Evaluasi ini dilakukan KSO Adhi-Wika, bukan oleh panitia lelang, sehingga KSO Adhi-Wika menempati peringkat teratas dengan penawaran harga sebesar Rp 1.077.921.000.000.

“Pada hari yang sama juga ditandatangani kontrak anak tahun 2010 senilai Rp 246.238.455.479. Selanjutnya pada 29 Desember 2010 ditandatangani kontrak anak tahun 2011 dengan nilai Rp 507.405.139.999,” papar Irene.

Setelah kontrak tersebut ditandatangani, terdakwa Teuku Bagus mengalihkan atau mensubkontrakan pekerjaan utama pembangunan Asrama Junior Putri dan Putra serta GOR serbaguna kepada perusahaan di bawah Choel Mallarangeng, yakni PT Global Daya Manunggal Senilai Rp 142.443.918.633 (Rp 142,4 milyar).

“Padahal perusahaan itu bukan penyedia barang atau jasa spesialis,” tandas Irene.

Selain itu, terdakwa Teuku Bagus mengalihkan perkerjaan lain kepada 3 perusahaan, yakni PT Cutasari Citra Larars untuk pengerjaan mekanin elektrik dan penyambungan daya listrik PLN senilai Rp 328.063.300.000, PT Aria Lingga Perkasa untuk galian dan timbunan senilai Rp 3.415.591.801, dan 36 perusahaan lainnya untuk 50 kontrak pekerjaan senilai Rp 56.813.250.176, sehingga total nilainya untuk seluruh pekrjaan ke perusahaan lain sebesar Rp 530.736.060.610,55 (Rp 530,7 milyar).

Selanjutnya terdakwa Teuku Bagus secara melawan hukum mnegakukan permohonan pembayaran ke Kemenpora yang tidak didasari progres fisik perkiraan sehingga KSO Adhi-Wika mendapat pembayaran sejumlah Rp 217.317.547.103. Rinciannya, pembayaran uang muka sebsar Rp 189.449.906.363 dan tambahan pembayaran konstruksi Rp 27.867.640.740.

“Padahal pelaksanaan konstruksi baru mencapai 0,75% atau senilai Rp 551.039.526. Seharunys pembayaran dilakukan sesuai dengan prestasi pekerjaan yang ditetapkan dalam kontrak,” tandas Irene.

Setelah menerima pembayaran dari Kemenpora, terdakwa Teuku Bagus membuat perhitungan fee sebesar 18% yang sudah disepakati sebelumnya dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk pihak Kemenpora serta pihak terkait.

Rangkaian perbuatan terdakwa Teuku Bagus Mokhamad Noor merugikan keuangan negara sejumlah Rp 464.514.000.000 sebagaimana hasil pemeriksaan dan penghitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Atas dasar itu, terdakwa Teuku Bagus Mokhamad Noor didakwa dakwaan pertama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Atau dakwaan kedua sebagaimaman diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP,” katanya.(GI/PNC)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.