Home Nasional Caleg PDIP Ini Ngaku-Ngaku Anti Liberal

Caleg PDIP Ini Ngaku-Ngaku Anti Liberal

0

pdip merahPOROSNEWS. COM – Caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ananda Mustadjab Latip menilai, sistem politik Indonesia sekarang merupakan buah dari produk yang liberal. Sehingga, berpengaruh terhadap konstituen partai dan caleg.

Itu, sambungnya, tercermin dari sistem pemilihan langsung yang mengarahkan partai dan para calegnya untuk berpropaganda dengan segala cara. Akibatnya, jargon politik kerakyatan tenggelam, digantikan uang sebagai alat utama demi meraup suara.

“Informasi itu yang saya terima dari para kerabat saya. Kini beredar di masyarakat, bahwa sudah ada kordinator yang siap membagikan uang untuk memilih caleg tertentu. Kita harus mewaspadai serangan fajar (politik uang, red). Karena bukan saatnya lagi yang berkuasa naik berdasarkan kekuataan Uang. Semua elemen masyarakat harus memantau itu,” ujarnya dalam rilis yang diterima PorosNews.com di Jakarta, Selasa (8/4).

Ananda melihat, praktik liberal di Indonesia mulai pasca tumbangnya rezim Orde Baru (Orba), di mana lembaga moneter dunia (International Monetary Found/IMF, red) ikut campur tangan. “Pengaruh besarnya terasa saat partai sudah tidak bertanggungjawab lagi atas kualitas anggotanya di DPR,” jelas dia.

Itu, kata Ananda, tercermin dari banyaknya caleg yang tak memiliki visi kerakyatan dan menjadi Pemilu Legislatif (Pileg) hanya untuk menaikan kelas sosial pribadinya. “Dampak lainnya adalah, munculnya caleg boneka yang biaya pencalegkannya dibiayai bandar tertentu, yang berspekulasi dan berkepentingan bisnis semata,” yakinnya.

Karena menolak praktik money politic, Ananda memilih menerima tantangan para konstituennya yang mendatangi kediamannya di saat hari kampanye terakhir, yakni membubuhi cap jempol darah di selembar spanduk. “Sebagai simbolisasi perlawanan rakyat atas politik uang, anti-golput dan mewaspadai kecurangan Pemilu,” tegas penggagas Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gepak) ini.

Namun, Ananda juga meminta masyarakat, khususnya yang ada di dapil Jakarta VIII, yakni Kecamatan Jagakarsa, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu dan Tebet menolak serangan fajar dari caleg tertentu. “Karena ini adalah perjuangan kita semua. Jika nanti tanggal 9 April rakyat memilih saya, percaya saya menjadi wakilnya, itu adalah langkah awal perjuangan kita. Ingat, rakyat terorganisir pasti menang. Merdeka,” tandasnya. (FHS/PN)
_____________

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.