Home EKONOMI Bisnis Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Tasikmalaya Cetak Lahan Pertanian

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Tasikmalaya Cetak Lahan Pertanian

0

pangan nasionalPOROSNEWS.COM – Kabupaten Tasikmalaya selama  2014 akan mencetak lahan petanian sawah seluas 100 hektare yang difokuskan di Tasikmalaya selatan.

Pencetakan lahan baru tersebut untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah juga mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Bidang Produksi Padi dan Palawija, Dinas Tanaman Pangan, Kabupaten Tasikmalaya Heti Heryati mengatakan, pencetakan sawah 100 ha tersebut merupakan bantuan anggaran Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, tahun 2013 di Kecamatan Pancatengah dan Cipatujah berhasil mencetak lahan pertanian padi masing-masing 50 ha.

“Kami fokus pencetakan lahan pertanian padi di dua kecamatan itu karena sudah memiliki Survei Investigasi desain (SID). Untuk mencetak sawah harus berdasarkan penelitian, baik dampak secara ekonomi, teknis bahkan dampak sosial,” ungkap Heti kepada Bisnis, Kamis (10/04).

Dia menambahkan, total luas lahan  pertanian padi yang memiliki SID di Kabupaten Tasikmalaya, seluas 350 ha, yakni 150 ha di Pancatengah dan 200 ha di Cipatujah.

Heti optimististis dengan pencetakan lahan pertanian setiap tahun Kabupaten Tasikmalaya akan semkin surplus produksi padi dan beras.

“Tasikmalaya setiap tahun selalu surplus produksi beras. Kami terus meningkatkan produksi padi serta produktivitas lahan, melalui penerapan teknologi tepat guna,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Tasikmalaya selama tahun 2013  produksi padi sebanyak 882.651 ton gabah kering giling (GKG) dari target produksi tahun yang sama 777.710 GKG dari luas lahan sawah 49.327 hektare.

Target produksi beras di tahun yang sama, sebanyak 428.421 ton dan terealisasi 519.568 ton. Jumlah tersebut dikatakan surplus karena realisasi konsumsi beras penduduk Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 181.657 ton dari target komsumsi sebanyak 181.881 ton.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kota Tasikmalaya Yuyun Suyud mengatakan selama ini perlindungan terhadap lahan pertanian cukup rendah.

Yuyun  menyarankan, kalaupun tidak bisa mencetak lahan baru, minimal lahan yang sudah ada dilindungi atau pemerintah membuat program intensifikasi besar-besaran, sehingga produksi padi setiap hekaternya terus bertambah.

Lahan pertanian sawah secara tradisional hanya mampu menghasilkan 5-7 ton GKG. Sedangkan jika menggunakan pola tanam tertentu mampu menghsilkan antara 12-14 ton GKG per ha-nya.

“Kami sudah melakukan upaya intensifikasi lahan ini sehingga mampu menghasilkan gabah per ha 12 ton.”

Secara terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung Saeful Bahri mendorong pemerintah setempat untuk mencetak lahan sawah baru guna mengejar swasembada pangan.

Namun adanya revisi Perda RTRW, target tersebut khawatir tidak akan tercapai. “Apakah pengurangan ini akan tetap menjaga kebutuhan pangan di Kabupaten Bandung atau tidak?” ujarnya.

Menurutnya, dikhawatirkan perda ini yang akan berlaku selama 20 tahun ke depan tidak dapat memenuhi swasembada pangan di kawasan itu sehingga dikhawatirkan akan mengancam ketahanan pangan.

Pihaknya merujuk berdasarkan data Badan Pusat Statistik jika tingkat konsumsi beras di Kabupaten Bandung mencapai 96 kg per kapita per tahun, dengan jumlah penduduk sekitar 3,04 juta jiwa.  (PN/Bisnis)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.