Home Nasional PKB dan Demokrat Rebutan Posisi Empat

PKB dan Demokrat Rebutan Posisi Empat

0

pemiluPOROSNEWS.COM – Wakil Direktur Jaringan Suara Indonesia (JSI), Fajar S Tamin mengatakan, Partai Kebangkitan Bangsa dan Demokrat bersaing ketat memperebutkan posisi keempat dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Sebab, berdasarkan hitung cepat yang dilakukan pihaknya, perbedaan antara dua partai tersebut kurang dari satu persen.

“Di peringkat empat, masih ada perubahan karena angkanya tipis, antara PKB dan demokrat. Ini masih memungkinkan bertukar,” ujarnya saat mempresentasikan hasil hitung cepat di kantor JSI, kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (9/4).

“Kalau dilihat di sini, (posisi keempat) condongnya ke PKB, karena angkanya lebih besar,” imbuhnya memprediksi siapa yang keluar sebagai juara keempat. Pasalnya, PKB meraup 9,93 persen, sedangkan Demokrat hanya 9,41 persen.

Menyangkut terpuruknya Demokrat dalam Pileg 2014, Fajar mengatakan, lantaran partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terdampak kasus korupsi berdasarkan persepsi publik. Itu sesuai hasil survei JSI yang dipublikasikan Ahad (6/4) lalu. “Walaupun, secara indeks mereka tak berada di puncak. Tapi, publik tidak tahu itu. Ini, mungkin hukuman dari publik,” katanya.

Faktor korupsi, sambung dia, secara tak langsung berimbas ke PKB. Namun, sentimen positif. Sebab, mendapatkan suara limpahan dari masyarakat yang pada Pemilu sebelumnya memilih PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

“Kedua, konsolidasi dari konflik Muhaimin (Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, red)-Gus Dur (salah satu pendiri PKB, Abdurrahman Wahid, red),” bebernya.

Namun demikian, Fajar mengingatkan, suara PKB yang menyentuh angka sembilan persen berasal dari basis utamanya atau terbatas (segmented), yakni di Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Tapi kalau dikonversikan, (suara PKB) kecil, dibandingkan dengan parpol lain yang mendapat suara merata,” paparnya.

Sementara di peringkat tiga besar, sambung Fajar, salip-menyalip antarparpol sulit terjadi. Sebab, dari sekitar 70,25 persen data yang sudah diinput atau 1.405 dari 2000 tempat pemungutan suara (TPS) sebagai sampelnya, fluktuasi yang terjadi cukup kecil.

Di peringkat atas, diraih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 18,94 persen. Disusul Golkar, karena mendapatkan 15,75 persen, dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di angka 11,50 persen.

Namun, kata Fajar, persaingan juga terjadi untuk posisi keenam hingga kesembilan, antara tiga parpol Islam dan satu partai nasionalis. “PAN (Partai Amanat Nasional) 7,68 persen. Disusul NasDem 6,40 persen, PPP (Partai Persatuan Pembangunan) 6,35 persen dan PKS dengan 6,37 persen,” papar dia. Kemudian diposisi kesepuluh, diisi Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang meraup 5,16 persen.

Di luar 10 parpol tersebut, Fajar berkeyakinan, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tak akan melanggeng ke Senayan. Alasannya, jumlah suara dua parpol tersebut di bawah syarat ambang batas Parlemen, yakni 3,5 persen suara dalam Pileg. “PBB dan PKPI masing-masing mendapatkan 1,49 persen dan 1,02 persen,” pungkas dia.

Quick count tersebut memakai teknik multistage random sampling untuk mencari 2.000 TPS sebagai sampel dari total 544.685 TPS. Sementara sampling error diperkirakan sekitar satu persen. (PN/FH)
_____________

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.