Home Nasional Anggota Dewan Pembina Demokrat, Mubarok “Ngotot” Konvensi Demokrat Tetap Dilanjut

Anggota Dewan Pembina Demokrat, Mubarok “Ngotot” Konvensi Demokrat Tetap Dilanjut

0

konvensiPOROSNEWS.COM – Anggota Dewan Pembina Demokrat, Ahmad Mubarok ngotot hajat konvensi capres Demokrat tetap dilanjutkan, kendati perolehan suara partainya berdasarkan hitung cepat (quick count) hanya dikisaran 9-10 persen.

“Politik biasanya realistis. Tapi kadang-kadang, enggak bisa diprediksi. Kalau bilang dibubarin, saya bilang tidak, karena konvensi adalah pendidikn politik,” ujarnya dalam diskusi di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, Sabtu (12/4).

Kalau konvensi dihentikan, menurut Mubarok, justru kontestasi tersebut menjadi tak bermakna. “Walaupun Demokrat cuma 10 persen, tapi harus diteruskan. Kalaupun tadinya untuk capres, sekarang ya enggak apa-apa untuk cawapres,” dalih Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah Jakarta ini.

Lebih jauh, politikus kelahiran Purwokerto itu menerangkan, tak selamanya persentase suara dalam Pileg rendah, lalu kesempatan untuk mengusung capres kandas. Dia mencontohkan dengan majunya Abdurrahman Wahid dalam Pemilu 1999 silam.

“Kemudian, SBY hanya mendapatkan 7,5 persen di Pemilu 2004, tapi bisa jadi presiden. Jadi, masih lihat perkembangan, belum mau terburu-buru,” kilah Mubarok.

Lantaran raupan suara Demokrat merosot hingga 50 persen dalam Pileg 2014 dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 20,85 persen, sejumlah peserta konvensi, seperti Marzuki Alie dan Dahlan Iskan mendesak ajang pencarian presiden partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dihentikan.

Pesimistis dua politikus Demokrat itu lantaran partainya gagal mengusung pasangan capres dan cawapresnya sendiri. Sebab, sesuai UU No 42/2008 tentang Pilpres, pasangan capres-cawapres harus didorong parpol atau gabungannya yang meraup 20 persen kursi di DPR atau mendapatkan 25 persen suara dalam Pemilu. (PN/FH)
_____________

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.