Home Nasional PPP Persilahkan Polemik Blunder SDA Diekpos Media

PPP Persilahkan Polemik Blunder SDA Diekpos Media

0

sda blunberPOROSNEWS.COM – Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa tidak mempersoalkan, bila polemik kehadiran ketua umumnya, Suryadharma Ali (SDA) di kampanye terbuka Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) beberapa waktu lalu diekspose publik.

“Enggak ada masalah. Justru berterima kasih masalah itu dibahas setelah Pileg (Pemilu Legislatif),” ujarnya kepada PorosNews.com pasca diskusi di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (12/4).

Salah satu alasannya, ungkap Suharso, lantaran polemik itu berawal dari tindakan blunder ketua umumnya yang juga Menteri Agama (Menag). Kemudian, sambung dia, masalah tersebut harus segera dituntaskan.

“Menurut mekanisme yang berlaku, sesuai konstitusi,” tegas mantan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) ini.

Lebih lanjut, Suharso membenarkan, bila Senin (14/4) nanti, akan digelar pleno yang dihadiri pengurus PPP di daerah untuk menyelesaikan polemik itu. Tapi, dia menjawab diplomatis, bila forum internal tersebut berujung pemakzulan SDA sebagai ketua umum.

“Enggak, enggak. Kita akan lihat dinamika pada pleno nanti,” tandasnya.

Diketahui, saat DPD Gerindra Jakarta menggelar kampanye terbuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) beberapa waktu lalu, sejumlah politikus PPP, seperti SDA dan Djan Faridz menghadiri kegiatan itu. Bahkan, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini sempat beberikan orasi politik, sebelum beranjak pergi.

Kemudian, belakangan pasca Pileg, Wakil Ketua Umum DPP PPP, Emron Pangkapi mengkritik sikap SDA tersebut, selain mencibir tindakan Djan Faridz yang kerap mengklaim sebagai pejabat teras di pengurus pusat. Padahal, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jakarta itu tak memiliki jabatan di partai Kabah.(PNFH)
_____________

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.