Home Nasional Daerah Dibantu Panitia, Dua Caleg Demokrat Tasikmalaya Ini “Bagi-Bagi Duit”

Dibantu Panitia, Dua Caleg Demokrat Tasikmalaya Ini “Bagi-Bagi Duit”

0

demokratPOROSNEWS.COM  – Kegelisahan dan kekecewaan para caleg pasca pemeilihan legislatif  9 April lalu kian terasa nyaris hampir di seluruh pelosok nusantara. Terutama bagi para caleg yang suaranya rendah setelah banyak berkorban menghabiskan hartanya demi kemenangannya.

Di sisi lain di beberapa daerah, terdapat beberapa caleg juga yang tertawa girang karena suara yang diharapkan terkabul sesuai harapan. Meski suara itu, kabarnya, hasil transaksi gelap antara sang caleg dengan petugas penyelenggara pemilu yakni, KPPS, PPS dan KPU.

Sebut saja di Daerah Pemilihan (Dapil) VII Kabupaten Tasikmalaya. Kepada kami salah satu caleg dari Partai Demokrat Dapil VII Kab Tasikmalaya, Yayan Abdullah mengungkapkan bahwa terdapat dua orang kader Partai Demokrat yang melakukan kecurangan pemilu. Tanpa ragu, Yayan menyebut dua kader Demokrat tersebut yakni Cecep Nuryakin dan H. Didin. Dapil tersebut meliputi 5 kecamatan yakni, Sodonghilir, Taraju, Bojonggambir, Puspahiang dan Salawu.

Untuk diketahui, Cecep Nuryakin adalah caleg Partai Demokrat Dapil VII kabupaten Tasikmalaya nomor urut 2. Sementara H. Didin adalah Caleg Demokrat (petahana) DPRD Jawa Barat XII nomor urut 1.

“Jadi berdasarkan pengakuan dari masyarakat keduanya (Cecep dan Didin) telah melakukan politik uang. Saya punya rekamannya, ada warga ngaku disuap hanya Rp20ribu untuk mencoblos mereka berdua,”kata Yayan dalam pesan singkat yang kami terima, Minggu, (13/4/2014).

Bahkan, lanjut Yayan, aksi bagi-bagi duit kepada pemilih tersebut melibatkan petugas KPPS dan PPS.

“Jadi (dua caleg ini) bagi-bagi duit kepada pemilih kemudian melibatkan KPPS dan PPS mengarahkan pemilih untuk mencoblos C ecep nomor 2 dan Didin nomor 1 di Bojonggambir,”urninya.

Yayan yang juga caleg incumben itu menyesalkan dengan kejadian itu mengingat Didin dan Cecep adalah sesama kader satu partai dengannya.

“Warga kita kebanyakan ingin serba instan seperti ayam keluar dari kandangnya mencari makan. Maka tidak salah kalau pemikiran masyarakat kita masih primitif. Tidak menyadari adanya politik uang. Agama hanya jadi tameng penutup kelicikannya,”tandasnya.

“Laknat Allah tidak pernah meleset. Maka tunggulah adzab bagi umat yang menjualbelikan amanahnya,”tegas Yayan meluapkan kekecewaannya kepada Didin dan Cecep.

Selanjutnya ia meminta agar praktik curang yang dilakukan oleh Didin dan Cecep tersebut segera dibereskan oleh yang berwenang.

““Saya kan ingin murni (dipilih rakyat) makanya saya ga pake uang.Segera diusut saja lah. Jangan berfikir primitif,”katanya. (PN/GUS)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.