Home Nasional Kriminal Pengamat: Polri Wajib Usut Tindak Sabotase Pileg 2014

Pengamat: Polri Wajib Usut Tindak Sabotase Pileg 2014

0

neta s panePOROSNEWS. COM – Pelaksanaan pemilihan umum legislatif (pileg) tahun 2014 diapandang sebagai pelaksanaan pesta demokrasi terburuk pasca reformasi. Betapa tidak dalam pelaksanaan pileg pada tanggal 9 April 2014 lalu, jumlah surat suara yang tertukar terjadi di 20 provinsi dan 77 Kabupaten. Imbas dari  hal tersebut adalah dilaksanakannya pemungutan suara ulang (PSU) di ribuan tempat pemungutan suara (TPS).

Menanggapi hal tersebut, Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta. S. Pane  menyarankan kepada aparat kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut. Sebab jumlah surat suara yang tertukar begitu massif, sehingga potensi terjadinta sabotase cukup besar.

“Polri harus segera mengusut kasus tertukarnya surat suara pemilu 2014 di sejumlah daerah. Apakah kasus tertukarnya surat suara ini akibat ketidaksengajaan atau ada faktor kesengajaan atau justru ada unsur sabotase dari pihak tertentu, untuk mengacaukan Pemilu 2014,” kata Neta dalam siaran pers yang diterima PorosNews. Com, Jakarta, Minggu (13/4).

Lebih lanjut Neta menjelaskan saking banyaknya, kasus ini terlihat sangat tidak lazim. Sehingga patut dipertanyakan, apakah KPU dan KPUD bisa seceroboh itu dan seakan melakukan “aksi ceroboh
massal” di sejumlah daerah.

“Jika KPU bisa seceroboh itu profesionalismenya patut dipertanyakan,”tukasnya.

Namun, melihat banyaknya kasus surat suara yang tertukar di seluruh daerah dugaan adanya unsur sabotase patut ditelusuri. Untuk itulah Polri perlu melakukan pengusutan agar tidak terjadi keresahan, kekacauan, dan konflik.

Sebab kasus tertukarnya surat suara yang berlanjut pada pemungutan suara ulang telah membuat banyak caleg menjadi resah dan gelisah.

“Polri perlu turun tangan mengusut kasus ini agar peristiwa serupa tidak terulang di Pilpres 2014 pada 9 Juli mendatang. Bagaimana pun eskalasi politik di Pilpres 2014 akan lebih panas dari Pemilu 2014,” sambungnya.

Berbagai potensi ancaman bisa cepat meletup menjadi konflik, termasuk kasus tertukarnya surat suara, jika terjadi lagi, bisa membuat Pilpres 2014 menjadi panas dan diwarnai konflik. Potensi terjadinya konflik akibat surat suara yang tertukar di sejumlah daerah di Kabupaten Bogor juga sudah mulai terasa.

Sejumlah caleg di daerah pemilihan (dapil) tersebut beberapa waktu lalu sempat ‘ngamuk’ dan menuntut penyelenggara pemilu segera melaksanakan PSU ulang.

Selain itu, berdasarkan laporan pantauan Bawaslu dan Gerakan Sejuta Relawan Pemantau Pemilu (GSRPP) pihaknya menemukan ribuan surat suara yang sudah tercoblos. Dan pelakunya adalah oknum petugas Kelompok Penyelenggara  Pemungutan Suara (KPPS) setempat.

“Karena itu, Polri harus segera memeriksa KPU dan KPUD untuk mengusut kasus ini. Jika ada sabotase, Polri segera
menuntaskannya. Tapi jika hanya karena ceroboh, Polri harus meminta jaminan dari KPU bahwa di Pilpres 2014, kasus serupa tidak terulang lagi,” tutup Neta. (PN/Jal)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.