Home Nasional PKS Nyatakan Tak Mau “Sembrono” Gaet Rekan Koalisi

PKS Nyatakan Tak Mau “Sembrono” Gaet Rekan Koalisi

0

fahri ham3POROSNEWS.COM – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah mengklaim, partainya lebih hati-hati dalam menentukan rekan koalisi dalam Pemilu 2014. Dalihnya, karena dapat pengalaman berharga sejak tiga periode belakangan ini yang tak pernah menuai hasil yang memuaskan.

“PKS saat ini sedang menyiapkan konsep koalisi yang baik dan benar dan sesuai dengan sistem pemerintahan yang ada,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (12/4).

Pasca reformasi, Fahri menerangkan, pemerintahan transisi yang terbentuk selalu gagal, baik sejak era kepemimpinan Abdurrahman Wahid (Gus Dur)-Megawati Soekarnoputri hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.

“Oleh karena itu, kami tidak mau ikut-ikutan mencari partner koalisi, sebelum jelas konsep koalisinya,” dalih Anggota Komisi III DPR ini.

Lantaran itu, pasca Pemilu Legislatif (Pileg), 9 April lalu hingga beberapa hari ke depan, kata Fahri, PKS memilih fokus merekapitulasi perolehan suara partai dakwah. “Dan menjaga suara kami tetap utuh,” jelas mantan deklarator dan Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pertama ini.

Diketahui, sejak pertama terjun dalam Pemilu 1999, PKS–dulu bernama Partai Keadilan (PK)–kedapatan menjadi koalisi pemerintahan di bawah kepemimpinan Gus Dur-Megawati, kendati tak lolos ambang batas Parlemen. Dalam dua periode selanjutnya, 2004/2009 dan 2009/2014, Anis Matta cs pun kedapatan memilih duduk di eksekutif di bawah komando Demokrat. Salah satu alasannya, partai itu tak mengajukan kader sebagai capres.

Namun, beberapa tahun menjelang berakhirnya pemerintahan SBY kedua, PKS mulai membangkang. Tepatnya, pasca presidennya kala itu, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) diciduk KPK, karena tersandung kasus suap kuota impor daging dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Dalam menghadapi Pemilu 2014, PKS untuk pertama kali mencoba mengusung kadernya untuk diajukan sebagai RI-1 melalui mekanisme Pemilu Raya (Pemira). Awalnya, diikuti 22 orang, namun sekarang sudah dikerucutkan menjadi tiga sesuai raupan suara tertinggi, yakni Anis Matta, Ahmad Heryawan (Aher), dan Hidayat Nur Wahid.

Dikabarkan, PKS sendiri akan berkoalisi dengan Golkar, di luar poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sejumlah analis memprediksi itu, karena partai bulan sabit kembar sulit bermitra ke partai pimpinan Megawati ataupun Prabowo mengingat ideologi diantara mereka tak ada kecocokan. (PN/FH)
_____________

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.