Home Nasional Rusdi Kirana Pasok 1 Triliun, PKB Pun Melesat

Rusdi Kirana Pasok 1 Triliun, PKB Pun Melesat

0

rusdi kiranaPOROSNEWS. COM – Perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tiba-tiba melesat pada pemilu legislatif (pileg) tanggal 9 April 2014 lalu tentu saja mengagetkan banyak pihak. Dengan perolehan suara sebesar 9,31 % hitung cepat Partai Pimpinan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tersebut tampil dan memimpin perolehan suara partai Islam.

Menanggapi hal tersebut, analis politik Pusat Kajian Komunikasi dan Politik Indonesia (PKKPI) Aendra Medita menilai, naiknya perolehan suara partai politik berlambang bola dunia dengan sembilan bintang melingkar bukan karena pengaruh raja dangdut Rhoma Irama, bukan pula pengaruh, Mahfud MD, dan juga bukan pengaruh ketua umumnya Muhaimin Iskandar serta bukan karena hadirnya Ahmad Dhani sebagai jurkam.

“Orang yang paling punya pengaruh dalam meningkatkan elektabilitas PKB adalah Rusdi Kirana,” kata Aendra saat dihubungi PorosNews.Com Minggu (13/4).

Lebih lanjut Aendra menjelaskan, sebagai salah satu pendiri perusahaan penerbangan terkemuka yaitu Maskapai Lion Air, tentu saja Rusdi masuk dalam kategori konglomerat.

Rusdi sendiri menyandang predikat orang terkaya ke-34 dari 40 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2012. Dengan total kekayaan mencapai US$ 900 juta.

Sebagai salah satu konglomerat di Republik Indonesia, tentu saja Ketua umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar kepicut dan menyambut baik bergabungnya Rusdi ke PKB dengan karpet merah. Meskipun sama sekali belum pernah berkiprah di dunia politik ataupun mengikuti kaderisasi PKB, ajaibnya, Rusdi langsung didapuk menduduki jabatan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKB.

“Yang jadi pertanyaan, apa iya Rusdi datang ke PKB dengan tangan hampa? Saya rasa tidak. Tentu ada mahar politik yang harus dibayar sebagai kompensasi jabatan yang diterimanya,” jelas Aendra.

Saat dikonfirmasi terkait mahar politik yang diberikan Rusdi untuk PKB, Aendra mengaku tidak tahu jumlah persisnya berapa. Hanya saja ia amat yakin, jumlah dana yang diberikan cukup besar.

Dengan ‘amunisi’ besar tersebut dapat membiayai mesin politik partai, baik untuk berkampanye menyapa pemilih maupun beriklan di media televisi.

“Persisnya saya tidak tahu. Yang jelas dananya cukup besar,” tutupnya.

Dari sumber terpercaya PorosNews, mahar yang diterima partai politik nomor urut 2 tersebut hampir mencapai angka Rp 1 triliun. Sebuah angka fantastis untuk membiayai hajat partai politik.

Di tepi lain, analis politik Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti berpendapat, bergabungnya Rusdi dengan PKB merupakan sebuah peristiwa memilukan dan menyedihkan sekaligus tragedi politik awal tahun.

Betapa tidak, rekam jejak Rusdi lebih banyak dihabiskan dalam dunia bisnis ketimbang urusan politik. Selain itu, pemberian jabatan setingkat Waketum seharusnya didasarkan pada kapasitas dan jasa besar bagi partai politik tersebut.

Diangkatnya Rusdi oleh Muhaimin sebagai salah satu fungsionaris partai tentu saja membuat heran banyak pihak. Dan kesan yang tampak, jika PKB tengah membutuhkan ‘amunisi’ lebih untuk menghadapi pemilu.

“Ini kan seperti barter jabatan dengan uang. Antara Rusdi dan PKB sama sekali tidak ada hubungan historis apapun, kalau bukan karena uang, lantas karena apa lagi,” tutup Ray. (PN/Dan)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.