Home EKONOMI Bisnis Kebutuhan Industri Olahan Kakao Lokal Masih Terbatas

Kebutuhan Industri Olahan Kakao Lokal Masih Terbatas

0

menteri_pertanian_Suswono_-_media_indonesiaPOROSNEWS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menanggapi positif atas usulan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi atas rencana penghapusan Bea Masuk (BM) dari 5% menjadi 0% until kakao.

Alasan mendukung bea masuk itu, karena produksi kakao di dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan industri olahan kakao lokal. Padahal Indonesia negara produsen kakao terbesar ke-3 di dunia di bawah Ghana dan Pantai Gading.

Sehingga cara yang bisa dilakukan untuk mencukupi kebutuhan industri olahan kakao adalah dengan mengimpor kakao walaupun dengan jumlah yang tidak cukup besar.

Menurut Mentan, produksi kakao sekarang mencapai 500.000 ton hingga 600.000 ton. Dengan industri yang tumbuh sekarang ini berdasarkan laporan yang diterima, kebutuhannya antara 700.000 ton. Kekurangan sekitar 100.000 ton.

“Tapi impor itu maksudnya hanya untuk menutup kekurangan itu saja, diharapkan tidak boleh kemudian melebihi dari kekurangan itu,” kata Mentan Suswono di Jakarta, Senin (14/4/).

Menurut Mentan, kebijakan dari Menteri Perdagangan itu untuk menambah kapasitas industri.

“Kami kan dulu perjuangkan bea keluar supaya biji-biji kakao tidak ekspor dalam bentuk mentah. Dampaknya bagus, munculnya industri. Dengan tumbuh industri pengolahan ternyata produksi kakao dalam negeri belum mencukupi,”katanya.

Dengan tumbuh dan berkembangnya industri kakao olahan, ekspor kakao yang selama beberapa tahun lalu masih dilakukan dalam bentuk biji (mentah), maka sudah dalam bentuk olahan seperti bubuk dan lemak. Ia juga menjelaskan kebijakan pembebasan bea masuk impor kakao dilakukan hanya sementara dan tidak akan merugikan petani kakao lokal.

“Makanya justru ekspor Cacao Powder (bubuk kakao) dan Cacao butter atau lemak kakao sungguh sangat bagus. Saya sudah katakan ke Menteri Perdagangan, kebijakan ini dilakukan sepanjang ada jaminan harga di tingkat petani itu tidak jatuh. Kita akan jaga harga di tingkat petani dan petani tidak perlu khawatir. Kalau terjadi penekanan harga di tingkat petani, kita akan berlakukan kembali bea masuk,”tandasnya. (PN/GUS)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.