Home EKONOMI Bisnis Pemerintah RI Segera Hapus Bea Cukai Impor Kakao

Pemerintah RI Segera Hapus Bea Cukai Impor Kakao

0

kakao1POROSNEWS.COM  – Menteri Perdagangan  RI, Muhammad Lutfi mengatakan pemerintah terus mematangkan rencana penghapusan Bea Masuk (BM) impor biji kakao dari 5% menjadi 0%.

Penghapusan itu bertujuan untuk memasok kebutuhan industri dalam negeri yang saat ini masih kekurangan bahan baku akibat pasokan dari dalam negeri belum mencukupi.

Rencananya pembebasan bea cukai itu untuk produsen saja menunggu beroperasinya pabrik tahun depan. Kekurangannya kira-kira sebanyak 100.000 ton.

“Nantinya yang diperbolehkan untuk mengimpor biji kakao untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri adalah para produsen bukan pedagang, yang boleh menimpor hanya produsen, bukan pedagang, dan kita akan melihat untuk dunia industri kebutuhannya berapa banyak,” kata Muhammad Lutfi .

Menurut Lutfi , pihaknya telah melakukan pertemuan intensif dengan Kementerian Pertanian untuk membahas penyelesaian penghapusan bea cukai biji kakao tersebut.

Sementara itu Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, mengatakan bahwa rencana pemerintah untuk menghapus bea cukai biji kakao tersebut bersifat sementara sampai produksi nasional bisa memenuhi kebutuhan untuk industri dalam negeri. 

Pemerintah akan melakukan perhitungan secara rinci berapa banyak kebutuhan industri cokelat dalam negeri, yang bukan berarti importasi biji kakao setelah adanya penghapusan BM bisa sebanyak-banyaknya. Jika impor sampai lebih dari yang dibutuhkan atau angka yang diperkirakan berarti ada anomali yang harus dicari penyebabnya,” ujar Bayu.

Dalam industri cokelat, untuk menghasilkan satu batang cokelat tidak dapat dipenuhi dari satu jenis biji kakao saja, melainkan harus dicampur dengan biji kakao jenis lainnya.

Kementerian Perdagangan mewacanakan adanya penghapusan bea cukai biji kakao setelah adanya laporan dari Asosiasi Pengusaha Kakao Indonesia (APKI) yang menyatakan bahwa produksi biji kakao nasional tidak mencukupi kebutuhan industri cokelat dalam negeri yang tinggi. (PN/GUS)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.