Home Nasional Jenderal Tarto : Pemenang Konvensi Demokrat Harus Jadi Capres, Bukan Cawapres

Jenderal Tarto : Pemenang Konvensi Demokrat Harus Jadi Capres, Bukan Cawapres

0

Endriartono_Sutarto_

POROSNEWS.COM – Peserta konvensi Demokrat, Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto meminta partai bintang mercy melanjutkan kontestasi capres. Namun, pemenangnya tetap diusung sebagai RI-1, bukan cawapres.

“Suara 10 persen (raihan Demokrat berdasarkan hitung cepat) itu, bukan suara kecil. (Parpol) yang lain juga butuh partner koalisi. Mengapa kita belum selesaikan proses konvensi, tapi sudah diarahkan untuk menjadi nomer dua (cawapres, red)? Kalau kita mampu menjadi nomer satu, kenapa harus menjadi nomer dua?” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (15/4).

Endiartono beralasan, peserta konvensi mampu menarik minat parpol lain untuk berkoalisi dengan Demokrat dalam Pilpres mendatang. Sebab, mampu bersaing dengan capres lainnya. Karena itu, dia bersikukuh SBY harus mengusung pemenang kontestasi calon pemimpin sebagai RI-1.

“Dalam demokrasi, setiap partai tentunya memiliki tujuan untuk menang dan berkuasa. Tidak ada partai yang didirikan untuk menjadi nomer dua. Dengan kenyataan itu dan juga track record (rekam jejak, red) para peserta konvensi, saya yakin akan mampu bersaing dengan calon-calon presiden yang telah diusung partai lainnya,” beber mantan politikus NasDem ini.

Sementara, terkait calon mitra koalisi, Endiartono mengatakan, Demokrat bisa menjalin kerjasama dengan parpol lain yang selama ini sudah pernah bersama di pemerintahan. “Tinggal majelis tinggi nanti memutuskan,” pungkas mantan Panglima TNI tersebut.

Diketahui, pasca Pemilu Legislatif (Pileg), 9 April kemarin, sampai sekarang belum ada kelanjutan aktivitas konvensi Demokrat. Kalaupun ada kegiatan yang melibatkan 11 peserta pra-pemilihan wakil rakyat, adalah diterjunkan menjadi jurkam saat partai bintang mercy berkampanye dan mengikuti debat bernegara di sejumlah kota.

Sementara dalam hitung cepat (quick count) sejumlah surveyor terkait Pileg, Demokrat diprediksi meraup sekira 9-10 persen suara atau bertengger di urutan keempat. Sehingga, memaksa partai inisiasi SBY itu untuk berkoalisi, bila ingin mengusung kandidat dalam Pilpres. Sebab, ambang batas presiden mensyaratkan meraih 20 persen kursi di Parlemen atau mendapat 25 persen suara dalam Pemilu. FH/ Darmo Gandul.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.