Home Nasional Daerah Demonstrasi Anti Syi’ah Picu Pudarnya Nilai Toleransi

Demonstrasi Anti Syi’ah Picu Pudarnya Nilai Toleransi

0

SyiahPOROSNEWS.COM  – Pihak-pihak berwenang diimbau untuk menggunakan kewenangannya dalam upaya  menjaga kondusifitas dalam kehidupan beragama.

Abdi M. Soeherman, dari komunitas Al-Muntazar mengatakan pencegahan dan tindakan harus dilakukan pada setiap kelompok masyarakat yang membuat gerakan memicu tumbuhnya sikap intoleransi, radikalisme dan perpecahan di tengah masyarakat.

“Jika masalah ini diabaikan, masyarakat akan mengalami kemunduran dan tidak mampu menyongsong masa depan dengan baik,” katanya dalam rilis, Selasa (15/4/2014).
 
Imbauan ini menurutnya menanggapi rencana Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) yang akan menggelar acara deklarasi Aliansi Nasional Anti-Syiah di Masjid Al-Fajr, Jl. Cijagra Kota Bandung, Minggu (20/4/2014).
 
Menurut Abdi, terdapat sejumlah alasan yang menunjukkan acara serupa itu tidak layak untuk diselenggarakan. Misalnya, rencana kegiatan tersebut bertentangan dengan hukum dan budaya bangsa Indonesia, khususnya kaum Muslimin yang cinta damai dan penuh toleransi (tasamuh).
 
“Acara itu juga bertentangan dengan nilai dan semangat Pancasila serta UUD 45 yang menjamin pengikut agama dan mazhab apapun untuk hidup di Indonesia. Karena semuanya memiliki hak beragama,” tegasnya.
 
Mengeluarkan mazhab Syiah seolah bukan bagian dari  Islam, ujar Abdi, akan berujung pada pendiskreditan dan diskriminasi yang dapat memuncak pada kekerasan intra-agama dan pengikutnya.

“Kegiatan tersebut juga bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM), yang bukan saja dijamin UUD 45 melainkan juga oleh Piagam PBB dan Magna Charta,” paparnya.
 
Selain itu, pernyataan anti-agama atau mazhab tertentu yang dilakukan secara luas di hadapan  publik, merupakan pelanggaran hukum dalam kategori pidana kebencian (hate crime) yang dengan bukti kuat dapat menyebabkan pelakunya ditindak secara hukum.  
 
Karenanya, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah dan penegak hukum untuk menjaga keharmonisan masyarakat dan menghindari peluang terjadinya ketegangan, perselisihan dan pertentangan diantara segmen kemasyarakatan.

“Sungguh mengerikan jika berujung pada konflik, kerusuhan, kekerasan dan bentrok diametral diantara mereka,” tuturnya. (PN/GUS/BSJ)

 

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.