Home Nasional Dipecat SBY, Jumhur ‘Jilat’ PDIP

Dipecat SBY, Jumhur ‘Jilat’ PDIP

0

jumhur_hidayat

POROSNEWS.COM –  Mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang juga aktivis Aliansi Rakyat Merdeka (ARM), Moh Jumhur Hidayat menilai, pihak-pihak yang menganggap ada intervensi asing saat pertemuan ketua umum dan capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo (Jokowi) dengan sejumlah diplomat adalah sikap naif.

“Wajar saja, kalau para diplomat negara-negara sahabat itu ingin berkenalan dengan calon partai berkuasa dan pemimpin mendatang Indonesia,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (16/4).

Jumhur mengingatkan, bila membangun nasionalisme Indonesia, jangan berarti otomatis memusuhi asing. “Nasionalisme Indonesia, kan bukan nasionalisme yang chauvinis, yang menganggap di luar dirinya semua ancaman,” jelasnya.

“Ingat, Bung Karno mengatakan, internasionalisme sebagai taman sari kebangsaan, maknanya humanisme, persaudaraan kemanusiaan menjaga perdamaian dunia,” imbuh mantan Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) ini.

Lebih jauh, Jumhur menerangkan, pada era global seperti sekarang, pemimpin perlu membangun komunikasi dengan banyak negara sahabat. Pasalnya, komunikasi geopolitik berperan penting. Terlebih, letak ekonomi-politik Indonesia strategis di kawasan Asia.

“Janganlah proses komunikasi dengan para diplomat itu diartikan dengan mudahnya sebagi dikte-mendikte. Saya rasa tidak bijak, bila kita berpikiran seperti itu. Saya masih yakin, bahwa bila PDIP dan Jokowi memimpin pemerintahaan, akan punya road map untuk membangun kemandirian atau keberdikarian bangsa dalam bidang ekonomi seperti yang diajarkan dalam Trisakti Bung Karno,” pungkas dia.

Diketahui, capres dan ketua umum PDIP, Jokowi serta Megawati menghadiri pertemuan tertutup dengan sejumlah Duta Besar (Dubes) asing untuk Indonesia di kediaman pengusaha kenamaan, Jacob Soetoyo di bilangan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Senin (14/4) lalu.

Sejumlah diplomat yang hadir dalam pertemuan tersebut, seperti dari Amerika Serikat, Vatikan, Myanmar, Turki, Cina, Peru, dan Meksiko. Mereka diketahui karena diidentifikasi dari kendaraan dinasnya yang terparkir. (FHS/Marcopolo). 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.