Home Nasional Jokowi Muncul di Soal UN, Sigma : Operasi Sistematis Rebut Suara Pemilih...

Jokowi Muncul di Soal UN, Sigma : Operasi Sistematis Rebut Suara Pemilih Pemula

0

said_salahuddin_

POROSNEWS.COM – Pemerhati pemilu Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin menilai masuknya nama Capres PDIP, Joko Widodo dalam soal Ujian Nasional (UN) dilakukan oleh kelompok partisan yang sedang bermain dilingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk kepentingan memenangkan calon tertentu dalam Pilpres 2014.

Bagi Said munculnya  Jokowi dalam tiga mata pelajaran Ujian Nasional (UN), yakni Bahasa Indonesia, Sosiologi, dan Bahasa Inggris, semakin menguatkan dugaan adanya kelompok politik tertentu yang sedang menjalankan suatu operasi sistematis untuk mempengaruhi pemilih pemula melalui dunia pendidikan.

“Ini terjadi secara berturut-turut. Polanya sistematis sekali. Dan ini sangat keterlaluan sekali. Ini bisa disebut sebagai bentuk brainwashing. Ada upaya untuk mencuci otak para siswa. Secara tidak langsung para siswa sedang dipengaruhi pikirannya untuk selalu mengingat Jokowi dalam masa pencapresan ini,” kata Said dalam keterangan pers yang diterima PorosNews.Com, Jakarta, Rabu (16/4).

Lebih lanjut analis politik yang juga tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Demokratis (KMPD) merinci secara detail politisasi dalam dunia pendidikan tersebut.

Pada hari pertama pelaksanaan UN,  dimuat profil Jokowi secara berlebihan dalam soal Bahasa Indonesia. Lalu dihari kedua digambarkan tentang keberhasilan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dari Gubernur DKI Jakarta didalam soal Sosiologi.

Dan hari ini, pada hari ketiga UN para siswa lagi-lagi diperkenalkan dengan Jokowi dalam soal Bahasa Inggris.

“Luar biasa jahatnya para pembuat soal itu. Demi mendukung seseorang mencapai puncak kekuasaan, lembaga pendidikan pun mereka korbankan. Padahal dalam berbagai peraturan perundang-undangan kita sudah ditegaskan bahwa lembaga pendidikan harus benar-benar steril dari kepentingan politik,” sambung mantan aktivis pergerakan 98 tersebut.

Terkait dengan hal tersebut, politisasi dalam dunia pendidikan merupakab kejahatan serius yang harus diusut secara tuntas. Aktor intelektual dari aksi sabotase tersebut juga harus dicari.

Atas dasar itulah dirinya mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk segera menggelar sidang etik yang bersifat terbuka terhadap tim penyusun soal UN tersebut. Rakyat harus diberi kesempatan untuk mengetahui secara pasti tentang siapa sesungguhnya tim penyusun soal itu, apa motif mereka, dan siapa aktor intelektual yang memerintahkan mereka.

“Semakin sulit bagi kita untuk mengatakan tidak ada kaitan antara soal ujian yang memuat profil, program, dan foto Jokowi itu dengan persoalan Pilpres. Diduga kuat ini memang sudah di setting. Pembuat soal tahu betul bahwa pelaksanaan UN waktunya bersamaan dengan momentum pencapresan,” tutupnya. Marcopolo.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.