Home Nasional Daerah Merasa Ditipu, Pengusaha Sandal Laporkan Bank BNI Tasikmalaya Ke Polisi

Merasa Ditipu, Pengusaha Sandal Laporkan Bank BNI Tasikmalaya Ke Polisi

0

bni-syariahPOROSNEWS.COM  – Seorang pengusaha sandal harus kehilangan uang Rp 228 juta dari 10 giro. Uang tersebut diperuntukan sebagai usaha bahan sandal.
Menurut, Siska Goel (46) seperti dituturkan pengacaranya Dwiadi Cahyadi, kepada wartawan, Rabu (16/4/2014) kejadian ini terjadi (15/3/13) lalu saat melakukan pencairan uang secara keliling mulai dari Bank Mandiri dan berakhir di Bank BNI Jl. HZ. Musthafa Kota Tasikmalaya. Sedihnya, BNI pun mrmblokirnya tanpa alasan yang jelas.

“Pihak Bank BNI menolak giro cek beralasan hilang dan pemilik cek giro sebagai pencuri, penadah dan tidak kriminal. Atas kejadian itu, korban melaporkan ke Polisi,” kata Dwi.

Dwi mengungkapkan, dari hasil laporan dari Polisi tidak pernah ada kehilangan giro bank, dan tidak ada laporan kehilangan.

Dari hasil pemeriksaan dari Kepolisian Kota Tasikmalaya, giro yang dimiliki korban tidak ada pemblokiran dan tidak ada tindak pidana.

Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Zaenudin didampingi JPU Ahmad Sidik saat dihubungi wartawan membenarkan kasus tersebut sudah bergulir di meja hijau. Karena kasusnya terkait ada tindak pidana dan pemalsuan surat kehilangan BG giro Bank BNI dan adanya pemblokiran hilang.

Sidik mengatakan, atas kejadian itu, Korban langsung melaporkan Evi Gunati Suryati sebagai pengurusan BG pos Keliling, karena dari pihak bank saat pencairan tersebut ditolak dengan alasan hilang.

“Kalau Hendri itu sebagai pembeli bahan sandal dengan membayar cek giro atas nama Acep Sofyan yang menggunakan 10 BG tetapi ketika dicairkan oleh korban semuanya diblokir di Bank BNI dan hanya beralaskan BG tersebut pernah hilang dan tersangkut kriminal. Sementara alasan bank tersebut tidak bisa menunjukkan bukti kehilangan dari pihak kepolisian,” kata Sidik.

Atas kasus yang tengah bergulir di pengadilan Klas II B Tasikmalaya, Jl Siliwangi ini, pasal yang dikenakan yakni pasal 49 ayat a1 terkait perbankan dan KHUP pasal 263 terkait pemalsuan surat.

Selain itu, Dwi menambahkan, 9 giro yang dimiliki korban masih ditangani Polda Jawa Barat dan kasusnya tidak berjalan.

“Ironisnya Bank BNI menyita fisik giro asli dari korban, akan tetapi setelah kadaluarsa giro tersebut dikembalikan kepada korban,” ungkapnya.(PN/GUS)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.