Home Nasional Golkar Maling 17.000 Suara di Di Tawau, Sabah, Malaysia

Golkar Maling 17.000 Suara di Di Tawau, Sabah, Malaysia

0

golkarPOROSNEWS.COM  – Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Didi Supriyanto mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pada kamis sore (17/4) untuk melaporkan dugaan praktik kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan umum (pileg) di Luar negeri.

Didi datang ke kantor lembaga pengawas penyelenggara dan pemilu dalam kapasitasnya sebagai pengacara untuk mengawal Dwiki Darmawan yang juga caleg PAN dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II yang meliputi kawasan Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri.

“Kami datang ke sini untuk melaporkan adanya dugaan praktik kecurangan yang dilakukan partai politik tertentu di Tawau, Sabah, Malaysia,” kata Didi saat menjawab pertanyaan wartawan di gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (16/4).

Didi menjelaskan, aksi kecurangan tersebut dilakukan oleh tim Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) saat melakukan penghitungan dan rekapitulasi suara.

Pada saat proses penghitungan berlangsung, tim PPLN sangat tertutup. Kotak suara yang berisi puluhan ribu surat suara dibuka sendiri, tanpa kehadiran saksi dan pengawas.
“Akibatnya perolehan suara Dwiki Darmawan hanya sebesar 700 suara. Sedangkan Partai Golkar yang tak pernah kampanye dan turun ke dapil mendapat 17.000 suara lebih,” jelas politisi PAN yang juga Sekjen Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) tersebut.

Terkait dengan hal tersebut tentu saja Didi merasa heran dengan hasil rakapitulasi perhitungan suara yang memenangkan partai politik berlambang pohon beringin tersebut.

Sebab dalam tataran praktik dan lapangan, partai Golkar sama sekali tidak pernah turun dan menyapa pemilih, namun mendapat perolehan suara cukup besar. Sementara Dwiki yang sudah turun selama satu minggu bersama dengan tim, dan menyapa puluhan ribu pemilih hanya mendapat 700 suara.

Selain itu ia juga menambahkan dari hasil investigasi internal yang dilakukan PAN, praktik kecurangan tersebut dilakukan secara sistematis, dan melibatkan perangkat negara disana.

“Sejauh ini indikasi tersebut sudah ada.   Dan saya dapat laporan dari tim yang turun kelapangan. Dan kami menilai bahwa Muhammad Sholeh  selaku Ketua Konsul RI di Tawau, Sabah, Malaysia telah gagal dalam memberikan pengawasan dan penerapan pelaksanaan pemilu di sana,” tutup caleg nomor urut pertama dari dapil DKI Jakarta III tersebut. (PN/MARC/GUS)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.