Home EKONOMI Pameran MIHAS, Produk Halal Indonesia Tembus di Atas US$ 2 Juta

Pameran MIHAS, Produk Halal Indonesia Tembus di Atas US$ 2 Juta

0

produkhalalPOROSNEWS.COM – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak mengatakan, produk halal Indonesia berhasil meraih transaksi lebih dari US$ 2 juta pada pameran ke-11 Malaysia Internasional Halal Showcase (MIHAS) 2014 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Secara keseluruhan, nilai transaksi dan potensi transaksi Paviliun Indonesia mencapai lebih dari
US$ 2 juta. Nilai ini naik signifikan dibandingkan partisipasi tahun lalu sebesar US$ 500 juta,” kata
Nus Nuzulia Ishak dalam rilis yang kami terima, Kamis, (17/4/2014)

Meurut Nus Nuzulia Ishak, permintaan produk justru datang dari berbagai negara selain Malaysia, seperti Palestina, Singapura, Turki, Korea, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Belgia. Produk yang banyak  diminati buyers adalah kosmetik, kopi, cokelat bubuk, kerupuk, dan bumbu instan.

Produk kosmetik dan busana muslim Indonesia bahkan berpotensi untuk melakukan kerja sama dengan
Parkson, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Malaysia, yang tengah berencana mengembangkan segmen pasar konsumen muslim.

Pasar produk halal global sedang tumbuh dan cukup menarik minat pelaku industri dunia. Hal ini terlihat dari banyaknya partisipasi peserta internasional, terutama negara non-Muslim pada MIHAS tahun ini. Peningkatan permintaan produk halal antara lain disebabkan jumlah penduduk muslim yang saatini mencapai 2 miliar atau 23% dari seluruh penduduk dunia dan perubahan pola konsumsi dan gaya hidup yang semakin sehat dan higienis, sehingga mendorong produk halal menjadi tren dan semakin dicari.

Paviliun Indonesia terdiri dari 30 stan yang menampilkan 42 perusahaan yang bergerak di bidang makanan, minuman, dan kosmetik halal binaan Kementerian Perdagangan dan Kementerian  Koperasi dan UKM. Paviliun Indonesia kali ini merupakan partisipan perwakilan negara terbesar ke-3 setelah Arab Saudi (44 stan) dan Thailand (40 stan).

Untuk mendukung upaya promosi secara maksimal, KBRI di Kuala Lumpur memfasilitasi dua kegiatan One-On-One Business Matching pada 10 April 2014 lalu, yang dihadiri sekitar 100 buyers potensial dari Malaysia. Para pelaku usaha kosmetik halal dan pakaian muslim Indonesia juga berkesempatan mempresentasikan produk mereka dengan manajemen Parkson Department Store. Partisipasi Indonesia pada MIHAS merupakan peluang untuk penetrasi pasar produk halal.

Pada tahun 2013, pangsa pasar produk makanan olahan Indonesia di Malaysia sebesar 14,64% dengan 
nilai ekspor mencapai RM 1,3 miliar atau sekitar US$ 421,79 juta. Nilai ini naik 15,45% dibandingkan dengan nilai ekspor tahun sebelumnya.

Nilai ekspor tersebut baru sekitar 4,67% dari seluruh nilai ekspor Indonesia ke Malaysia yang tercatat sebesar US$ 9 miliar, sehingga masih memiliki peluang cukup besar untuk ditingkatkan.Pada 2013, total perdagangan kedua negara sebesar US$ 19 miliar. Indonesia adalah negara sumber impor ke-6 dan negara tujuan ekspor ke-9 bagi Malaysia.

“Sudah saatnya industri halal Indonesia digarap secara serius untuk menangkap pasar dunia yang semakin menjanjikan sekaligus sebagai upaya peningkatan kualitas dan perlindungan pasar di dalam negeri,” kata Nus Nuzulia. (PN/GUS)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.