Home Nasional Selain Camel Petir, Farhat Abbas diprediksi Gagal Jadi Legislator

Selain Camel Petir, Farhat Abbas diprediksi Gagal Jadi Legislator

0

farhat abbas_ 1

POROSNEWS.COM – Satu persatu caleg DPR RI dengan latar belakang artis mulai tumbang dan beroptensi besar tidak akan duduk dan terpilih sebagai legislator di Senayan. Selain Camelia Panduwinata Lubis dan Jeremy Thomas yang diprediksi gagal, seorang artis papan atas juga diprediksi bakal mengalami nasib serupa ia adalah Farhat Abbas.

Artis yang juga pengacara kontroversial tersebut dipastikan tidak memperoleh suara melimpah di daerah pemilihan DKI Jakarta III. Sebab di dapil yang meliputi kawasan Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu, Farhat harus bertarung sengit dengan sejumlah politisi kawakan sebut saja, Didi Supriyanto (politisi PAN), Effendi Maludin Simbolon (PDIP), dan sebagainya.

Dari hasil hitung cepat yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memperkirakan Partai Demokrat, hanya akan mendapat 10 persen suara dan akan kehilangan 81 sampai 90 kursi dibandingkan hasil Pemilu 2009. Pada pemilu lima tahun lalu, Partai Demokrat mendapatkan 148 kursi DPR.

Parahnya lagi, di dapil DKI III dimana Farhat Abbas bertarung untuk memperebutkan tiket menuju Senayan, SMRC memprediksi bahwa partai besutan Jenderal TNI (purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan kehilangan tiga kursi DPR RI. Artinya di dapil DKI Jakarta III partai Demokrat akan kehilangan 3 kursinya.  Selain Farhat sejumlah tokoh elit PR semisal Andi Nurpati, Marzuki Alie dan Vera Febyanthy juga diprediksi tidak bakal memperoleh suara di dapil tersebut.

Menanggapi hal tersebut analis politik Pusat Kajian dan Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI), Aendra Medita menilai merosotnya perolehan suara Demokrat pada pileg 2014 bukan tanpa alasan, sebab partai berlambang bintang mercy tersebut dipersepsikan sebagai partai politik yang korup dan tidak pro pada kesejahteraan rakyat.

“Iya, saya rasa itu imbasnya. Rakyat tidak lagi percaya pada Demokrat sehingga perolehan suara menurun,” tegas Aendra saat dihubungi PoroswNews.Com, Jakarta, Kamis (17/4).

Sementara itu, terkait dengan gagalnya caleg dengan latar belakang artis dalam mendulang perolehan suara partai, Aendra menilai jika publik kian cerdas dan kritis sehingga dalam memilih calon pejabat publik akan sangat berhati-hati.

“Modal popularitas memang penting, tapi ada  modal lain yang juga penting yaitu kapasitas, kredibilitas dan isi tas,” ucapnya sambil terkekeh. Diolah dari TribunNews/ Marcopolo

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.