Home Nasional Burhan: ‘Money Politic’ Dipicu oleh Sistem Proporsional Terbuka

Burhan: ‘Money Politic’ Dipicu oleh Sistem Proporsional Terbuka

0

burhan muhtadiPOROSNEWS.COM  – Analis Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Burhanuddin Muhtadi menilai maraknya praktik money politik yang terjadi disebabkan sistem politik ‘proporsional terbuka’. Dalam sistem tersebut, kata dia, kompetisi terjadi bukan hanya antara partai politik peserta pemilu, tapi juga antar caleg dalam satu tubuh partai politik.

“Dalam sistem proporsional terbuka, caleg nomor urut bawah kan masih punya harapan untuk bisa terpilih. Salah satu caranya dengan menggunakan politik uang,” kata Burhan seusai diskusi publik di Kedai Kopi Deli, Jakarta Pusat, Senin (21/4).

Direktur eksekutif lembaga survei Indikator tersebut menambahkan, praktik politik uang juga terjadi di daerah pemilihan (dapil) dengan jumlah kursi banyak, misal Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dengan alokasi kursi yang cukup banyak maka peluang caleg untuk terpilih dan duduk sebagai legislator semakin besar. Dengan beragam cara pula mereka berusaha untuk dapat duduk sebagai wakil rakyat.

“Selain itu, praktik money politic paling sering terjadi di daerah pemilihan tingkat II. Sebab untuk DPRD Dati II tak dikenal adanya istilah Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Hanya dengan perolehan suara sebesar 4.000 sampai dengan 10.000 suara saja sudah dapat satu kursi,” tutup Burhan.

Di tepi lain, penggiat demokrasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Dahlan mengatakan, praktik politik uang adalah kejahatan serius dalam sistem pemilu.

“Praktik money politic adalah pintu masuk terjadinya praktik korupsi. Kedepan, sistem regulasi dan perundang-undangan harus diperbaiki. Baik peserta pemilu dan penyelenggara pemilu  harus kompak dalam mengatasi persoalan tersebut,” tutupnya. (PN/DAR/GUS)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.