Home Nasional Kriminal Inilah 7 Lokasi Pembakaran Surat Suara Yang Disengaja

Inilah 7 Lokasi Pembakaran Surat Suara Yang Disengaja

0

surat suara dibakarPOROSNEWS.COM  – Presiden Indonesia Police Watch (IPW) yang juga mantan wartawan senior Neta. S. Pane mengaku prihatin dengan maraknya insiden aksi kekerasan dan pembakaran surat suara dalam pelaksanaan pemilu legislatif (pileg), baik sebelum dan sesudah hajat akbar tersebut dihelat.

Mantan wartawan Poskota tersebut mencatat sepanjang satu bulan sebanyak 7 kasus pembakaran terjadi. Dan sayangnya aparat kepolisian dianggap tidak bersikap sigap dalam mengatasi pesta pora pengrusakan tersebut.

“Polri bisa dikatakan gagal menjaga keamanan pasca pencoblosan. Dalam satu bulan saja ada 7 kasus pembakaran surat suara,” kata Neta dalam keterangan pers yang diterima PorosNews.com, Jakarta, Minggu malam (20/4).

Berdasarkan data yang dihimpun dan diperoleh PorosNews.com, aksi Pembakaran Surat Suara Pemilu 2014 terjadi di 7 titik. Secara rinci kejadian tersebut dapat dilihat sebagai berikut ;

1). 17 April 2014
Tujuh kotak suara berisi ribuan surat suara dibakar massa di halaman Kantor Kepala Desa Lubuk Madrasah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten
Tebo, Jambi. Sebelumnya, warga sempat menyita 84 unit kotak suara dari 21 TPS. Penyitaan dilakukan karena warga menduga terjadinya
kecurangan. Aksi pembakaran tidak bisa dicegah karena jumlah polisi hanya beberapa.

2). Untuk kejadian pembakaran di Sulawesi Tengah pada tanggal  16 April 2014 dan terjadi pembakaran di dua kantor kecamatan, masing-masing Kantor Kecamatan Sindue Donggala Sulteng

3). Kecamatan Sindue Tobata, Donggala, Sulteng hangus terbakar. Akibatnya, kotak suara berisi surat suara dari PPS di kedua kecamatan itu terbakar. Tidak ada dokumen yang tersisa, dan kotak suara habis terbakar.

4). 15 April 2015
Sebanyak 11 kotak suara yang berisikan ribuan surat suara di Kecamatan Lolomatua, Nias Selatan, Sumut terbakar setelah sejumlah orang melempar bom molotov. Polisi menemukan botol mineral yang berbau bahan bakar minyak di TKP.

5). 12 April 2014
Massa simpatisan caleg yang kalah di Desa Talabiu Kecamatan Woha, Bima, NTB mencuri lima kotak suara dan membakar surat suara serta sejumlah logistik Pileg lainnya.

Aksi pembakaran ini terjadi di lapangan desa sekitar pukul 23.00 Wita. Sebelumnya kotak suara itu dicuri dari aula kantor desa. Dua polisi yang berjaga tidak mampu menghalau massa.

6). 10 April 2014
Sebanyak 100 lembar surat suara DPRD Provinsi di TPS Desa Durian Hamparan Kecamatan Batik Nau, Bengkulu Utara hilang. Surat suara itu
diduga ikut terbakar saat pemusnahan surat suara rusak yang dilakukan KPU sebelum pencoblosan 9 April.

7). 28 Maret 2014
Hampir semua logistik Pileg yang tersimpan di kantor KPU Sumba Barat Daya, NTT musnah terbakar. Yang tidak terbakar hanya surat suara untuk DPRD kabupaten. Itupun untuk Daerah Pemilihan Kecamatan Wewewa Tengah dan Wewewa Barat.

Kebakaran ini terjadi setelah adanya amuk massa yang juga menghancurkan barang-barang di KPUD itu. (PN/DARMO/GUS)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.