Home Nasional Pendidikan Diana Widiastuti, Kartini Gaul di Era Kontemporer

Diana Widiastuti, Kartini Gaul di Era Kontemporer

0

DianaPOROSNEWS.COM  – Perempuan yang satu ini semangatnya sangat luar biasa. Mungkin tak banyak perempuan yang ada di Metropolitan sesemangat dia. Kami bertemunya dalam sebuah waktu yang jelas telah diatur oleh Yang di Atas. Kehadiran  dan pertemuan ini menjadikan kami melihat Ia begitu dahsyat dalam bersikap. Tutur katanya yang tertata, dan senyumnya yang penuh keikhlasan menyeruak dalam dirinya.

Dia adalah  Diana Widiastuti. Banyak kalangan menyebut dia bukan siapa-siapa namun ia berpengaruh dalam sebuah pertemuan-pertemuan penting di bumi Nusantara ini. Oleh karena itu, kami menyebutnya Diana adalah Perempuan Perkasa. Jika pada 21 April  kemarin adalah hari Kartini dan sejagat Indonesia merayakannya maka kami menyebutnya ia adalah Kartini Gaul.

Ia kerap disebut dekat dengan sejumlah petinggi Partai Gerindra karena aktivitas sosialnya. Salah satunya pernah menggelar pagelaran musik orkestra pada 11 Januari 2014  lalu di Arena Theater Institut Seni Indonesia di Yogyakarta yang melibatkan 40 anak binaan Perempuan Gerindra dan 26 siswa sekolah musik di Yogyakarta.  

”Itu hanya kepedulian saya pada anak-anak,”katanya membuka obrolan malam (21/4)

Jika Kartini menuliskan “Habis Gelap terbitlah Terang “,  maka Diana ingin membuka jiwa-jiwa anak binaannya di seluruh Indonesia Raya sebagai matahari baru dan semangat Ibu Kartini hendaknya menjadi inspirasi kita untuk kebangkitan bangsa dan negara.

Dalam aktivitas lainnya, Diana yang juga CEO PT. Handal Cipta sarana ini  mempunyai binaan banyak anak-anak di Indonesia terutama Papua, Ambon dan NTT.

“Ada lebih dari 60 anak yang saya bina, dari awalnya mulai 2 anak,” urainya.

Kata dia, ada sejumlah anak-anak di Papua yang hafal Al Quran dan semua saya bina untuk sebuah kemajuan anak di wilayah itu.

“Karena semua orang menyukai kebahagiaan, tidak ada yang menyenangi kesedihan. Kebahagiaan memang menyenangkan, tapi tidak ada pelajaran di sana. Kesedihan memang tidak enak, tapi ia adalah kesempatan emas untuk menoleh ke dalam. Melihat lapisan-lapisan  diri yang lebih dalam. Mengupas diri didalam selapis demi selapis. Semakin dalam seseorang mengerti dirinya, semakin banyak cinta yang bisa diberikan kepada orang lain,” kelakarnya yang penuh petuah.

Kini, Indonesia harus bangkit dan Diana ingin  mencerdaskan anak bangsa lewat sejumlah progam sosialnya.

“Alhamdulillah jika yang saya bina semua senang dan saya dianggap bundanya mereka. Mereka akan kangen saya dan saya mencintai mereka makanya binaan 60 anak-anak saya dari Papua, Ambon dan NTT yang yatim piatu. Yang saya kagumi dari mereka itu semua hafal Al’Qur’an. Pokoknya saya penuh rasa syukur pada Allah, semua karenaNya,” jelas perempuan yang penuh senyum dan ramah ini pada POROSNEWS.COM.

Aktivitas sosialnya, kata Diana lagi, adalah kekuatan cahaya Allah dan ini semua untuk menggelorakan semangat cinta damai, semangat persaudaraan dan persatuan serta mengangkat nilai-nilai luhur martabat bangsa dan budaya Indonesia.

“Semua  menuju peradaban baru bagi dunia yang cinta damai, santun dan bersaudara adalah harapan kedepan dambaan semua orang.” paparnya.

Di akhir pertemuan dia mengatakan kita semua bisa kalau mau melakukannya.

“Saya hidup untuk berbagi semua pasti ada yang mengaturnya Allah Yang di Atas, maka saya lakukan terus amalan berbagi itu,“tutup Diana. (Anggadisuta/FOTO: ANDY)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.