Home Nasional Praktik ‘Money Politik’ Kian Marak dipicu Faktor Kemiskinan

Praktik ‘Money Politik’ Kian Marak dipicu Faktor Kemiskinan

0

 

hajriyanto_Y_ tohari

POROSNEWS.COM – Ketua DPP Golkar, Hajriyanto Yasin Thohari menilai, politik uang jumlah bervariatif dalam Pemilu 2014. Itu dipengaruhi tingkat pendidikan pemilih.

“Semakin tinggi pendidikan, semakin mahal. Kalau miskin Rp 25 ribu, yang mahal Rp 50 ribu,” ujarnya dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/4).

Sebelumnya, politikus yang akrab disapa Anto ini mengatakan, praktik politik uang kian kentara dalam Pemilu 2014. Padahal, periode sebelumnya yang cenderung tertutup. Penyebabnya dua faktor. “Terkait dengan kemiskinan, dan tingkat (pendidikan) rakyat yang (mayoritas) kelas dua SMP. Ini menjadikan subur politik uang,” yakin Wakil Ketua MPR tersebut.

Kian kuatnya money politic tersebut, jelas Anto, tak hanya dalam Pemilu Legislatif (Pileg), namun juga dalam pemilihan kepala desa yang sudah dianggap wajar memberikan amplop kepada pemilih. “Jadi, lumrah saja ngasih amplop. Namanya juga pesta demokrasi,” ketus mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Lantaran itu, Anto mendesak adanya perubahan sistem untuk mengentaskan politik uang tersebut, yakni menggenjot tingkat pendidikan segera mungkin. FHS/Darmo Gandul

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.