Home Nasional Syuhada Bachri : Skenario Jalan Menuju Presiden RI dari Non Muslim

Syuhada Bachri : Skenario Jalan Menuju Presiden RI dari Non Muslim

0

DDII-Syuhada-Bahri-ketum-DDII-jpPOROSNEWS.CON – Di tengah ramainya pertemuan yang berlangsung di kantor pusat MUI, di mana berlangsung pertemuan MUI dengan Forum Ukhuwah Umat Islam (FUUI), yang merupakan wadah Ormas-Ormas Islam, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Syuhada Bachri, menyampaikan kerisauannya, melihat kondisi dan situasi politik yang berlangsung di Indonesia saat ini, Senin, 21/4/2014.

Di mana posisi umat Islam di masa depan menjadi sangat mengkawatirkan, jika melihat secara teliti dan mendalam. Karena, masalah dan tantangan yang dihadapinya, terutama tantangan yang datangnya dari eksternal. Gejala ini semakin nampak, ketika mencermati penomena dan berbagai manuver partai-partai politik, khususnya partai-partai sekuler usai pemilu legislatif 2014 ini.

Hasil pemilu legislatif 201 ini, menampilkan gambarkan betapa situasi politik, lima tahun ke depan akan terus diliputi krisis yang hebat, karena faktor penyebabnya, tidak ada partai politik yang menyebabkan tidak ada satupun partai politik peserta pemilu 2014 ini, yang mendapat suara mayoritas. Diatas 20 persen.

Selanjutnya, partai-partai yang suaranya menengah, seperti PKB, PAN, PPP, dan PKS menjadi faktor penentu dalam pencalonan presiden. Karena persyaratan partai politik yang dapat mencalonkan calon presiden harus memiliki dukungan suara 25 persen nasional atau 20 persen di parlemen. Karena itu, koalisi bagi partai-partai politik yang akan mencalonkan calon presiden mutlak harus melakukan koalisi.

Apakah Partai-partai Islam dapat membangun koalisi sesama Partai Islam, dan mencalonkan calon presiden dan wakil presiden dari kalangan mereka sendiri? Ormas-ormas Islam sudah mengeluarkan pernyataan sikap yang menginginkan agar Partai-Partai Islam melakukan koalisi dan memilih calon presiden dan wakil presiden dari Partai Islam sendiri? Apakan ini akan dapat terwujud? Sangat tergantung dari kemauan baik (good will).

Namun, yang menjadi pusat keprihatinan dan kegelisahan Ketua DDII, Syuhada Bachri, kemungkinan adanya skenario, langkah-langkah yang tertata dan sistematis, mengarah kepada Indonesia akan lahir seorang ‘Presiden’ Kristen yang akan memimpin negeri ini. Langkah-langkah secara perlahan-lahan nampak, kalau mengamati gerakan politik yang berlangsung sangat inten dan terus-menerus.

Syuhada Bachri, melihat langkah yang dilakukan oleh Megawati yang memutuskan PDIP mengusung Jokowi sebagai calon presiden PDIP dalam pemilihan presiden bulan Juli mendatang. Sekarang sesudah Mega dan PDIP mengusur Jokowi menjadi calon presiden, lalu siapa yang akan mendampingi Jokowi menjadi calon wakil presiden? Disini pokok persoalannya.

Sebuah informasi yang bersifat ‘inside’ dari seorang wartawan senior dari Singapura, mengatakan akan terjadi ‘suprise’ dalam pencalonan wakil presiden oleh PDIP. Menurut wartawan Singapura ini, mengatakan bahwa Jokowi sudah menemui Jenderal Luhut Binsar Panjaitan, dan menyampaikan keinginannya menjadikan Luhut sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan presiden Juli mendatang, dan menurut wartawan Singapura itu, Luhut menyambut positip, dan menerima tawaran Jokowi.

Jika ini terjadi menurut Syuhada Bachri ini sebuah musibah bagi umat Islam Indonesia. Tetapi, menurut Ketua DDII itu, skenario tokoh Kristen menjadi presiden itu, seperti sudah terpola dengan sangat jelas. Di mana Jokowi dengan polanya itu mulai di Solo, menjadikan wakilnya dari tokoh Kristen (Katoli), kemudian terjadi di DKI Jakarta. Di Solo dan DKI Jakarta lahir pemimpin Kristen memimpin kedua wilayah itu. Karena pola dan skenario yang tertata dan sistematis.

Memang, diatas menurut Syuhada Bachri, jika berlangsung pemilihan presiden bulan Juli nanti, diatas kertas Jokowi bisa menang. Maka, jika pasangan Jokowi-Luhut Binsar Panjaitan itu, nampaknya akan menjadi sebuah preseden sejarah. Di mana Indonesia, pertamakalinya sepanjang sejarah, wakil presiden Indonesia beragama Kristen.

Bagaimana skenario menuju ‘Presiden’ Indonesia ditangan seorang tokoh Kristen? Sesudah Jokowi dan Luhut Panjaitan terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, menurut Syuhada Bachri, keduanya dilantik dan melaksanakan tugas kenegaraan dalam waktu tertentu. Mungkin setahun, satu tahun setengah, atau dua tahun.

Skenario berikutnya, Jokowi sebagai presiden akan dibuat berhalangan ‘tetap’, entah karena mati, sakit, atau apapun. Skenario itu, mengantarkan wakilnya ‘Luhut’ menjadi ‘Presiden’ Indonesia. Inilah menurut Ketua DDII Syuhada Bachri, tokoh Kristen bisa menuju puncak kekuasaan di Indonesia. (voa-islam/pn/Hnd)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.