Home Nasional Daerah Tarif Listrik Naik, Buruh di Jabar Cemaskan PHK

Tarif Listrik Naik, Buruh di Jabar Cemaskan PHK

0

PHK_BuruhPOROSNEWS.COM  – Ribuan buruh di Jabar patut khawatir. Pasalnya, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) 30% dari total karyawan akibat adanya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) terhadap industri besar dan terbuka mulai awal Mei 2014 dari sejumlah perusahaan bukan sekadar isapan jempol.

 
Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Jabar Ajat Sudrajat mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan resmi dari sejumlah perusahaan mengenai rencana perampingan jumlah tenaga kerja akibat tingginya pengeluaran pascakenaikan TDL.
 
“Mendengar hal ini tentu saja kami sebagai pekerja menjadi deg-degan karena khawatir kalau hal ini benar-benar terjadi,” katanya, Selasa (22/4/2014).
 
Bahkan tidak hanya listrik yang akan membebani keuangan perusahaan, pengeluaran untuk air pun tak kalah hebatnya. Karena baru saja sejumlah perusahaan daerah air minum (PDAM) melakukan penaikan tarif penjualan air hingga 1000%.
 
Pihak buruh menurutnya bisa memahami beban berat yang harus dipikul para pengusaha. Karena sejak awal tahun, pengusaha sudah kelimpungan menghadapi tekanan naiknya upah minimum kota (UMK).
 
“Kami tidak bermaksud menakut-nakuti. Tapi, ini disampaikan langsung oleh pengusaha kepada kami. TDL ini dampaknya tidak hanya perusahaan besar, perusahaan kecil pun mengalami hal yang sama,” ucapnya.
 
Untuk itu, isu penolakan TDL akan menjadi salah satu agenda tuntutan seluruh organisasi serikat pekerja di Jabar dalam peringatan Madyday mendatang. 
 
Kenaikan TDL ini, merupakan sebuah bentuk kegagalan BUMN yang tidak becus menjalankan roda bisnisnya. Selain itu, pihaknya pun menduga kenaikan TDL merupakan pelampiasan partai penguasa setelah gagal dalam Pileg 2014.
 
Hal yang sama pun disampaikan oleh Ketua SPSI Jabar Roy Jinto. Menurutnya, wacana kenaikan TDL ini hanya akan menjadi pintu masuk bagi perusahaan untuk melakukan perampingan karyawan.
 
“Dampaknya tidak hanya akan menyebabkan kenaikan harga barang-barang, tapi juga membuka celah PHK dalam jumlah yang tidak sedikit. Sebaiknya harus dipikirkan solusi lain mengatasi hal ini,” ucapnya.(PN/BSJ)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.