Home Nasional Dituding Lakukan ‘Money Politic’ , Ini Jawaban Dimyati Natakusumah

Dituding Lakukan ‘Money Politic’ , Ini Jawaban Dimyati Natakusumah

0
foto; istimewa
foto; istimewa
foto; istimewa

POROSNEWS.COM – Mantan Bupati Kabupaten Pandeglang yang juga caleg petahana DPR RI Partai Persatuan Pembangunan Achmad Dimyati Natakusumah menampikn jika dirinya melakukan masa kampanye selama hari tenang dan membagi-bagikan sejumlah uang di Masjid Jami Nurul Huda, Kampung Pulo, Jakarta Barat.

Caleg nomor urut pertama dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta III tersebut menegaskan, jika dirinya tak pernah membagi-bagikan sejumlah uang kepada konstituen, sebagaimana dituduhkan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).

“Saya hanya dakwah maulid, dan itu bukan dimasjid. DI masjid saya hanya jadi imam shalat Dzuhur,” kata Dimyati saat dihubungi PorosNews.Com, Jakarta, Kamis malam (24/4).

Lebih lanjut Dimyati mengaku heran dengan adanya laporan tersebut, ia juga mempertanyakan mengapa laporan tersebut baru dilayangkan ke Bawaslu, KPK dan Mahkamah PPP. Padahal pemilu legisloatif (pileg) sudah berjalan pada tanggal 9 April lalu, dan KPUD DKI Jakarta juga sudah melakukan rapat pleno penghitungan perolehan suara peserta pemilu.

“Kenapa baru sekarang dilaporkan? Kenapa tidak dari dulu, kalau benar saya lakukan praktik money politic? Begitu kalah dalam pemilu dan ingin menang akhirnya memfitnah . Padahal secara keseluruhan saya kalah telak,” kata anggota Komisi III DPR RI tersebut.

Seperti diberitakan PorosNews.com sebelumnya, sejumlah masyarakat yang tergabung dalam LSM KOMITs melaporkan Dimyati ke kantor Bawaslu, KPK dan Mahkamah PPP. Menurut Abdul Haris Ma’mun kuasa hukum LSM KOMIT’s Dimyati pantas dilaporkan ke lembaga pengawas penyelenggara pemilu karena diduga kuat melakukan tindak pidana pemilu.

Pada hari tenang, lanjut Haris Dimyati berada dilokasi masjid dan memberikan sambutan sekaligus visi-misi pencalegan dirinya didahapan jama’ah masjid. Kemudia setelah acara usai, Dimyati bersama dengan beberapa tim tidak lantas pergi meninggalkan lokasi, melainkan membagikan sejumlah uang dengan nominal Rp 50.000 kepada jamaah masjid.

“Bisa jadi apa yang dilakukan Dimyati dan timnya tidak hanya di Semanan, Kalideres, Jakarta barat. Indikasi serupa bisa terjadi di seluruh kawasan di dapil DKI Jakarta III,” tutup Ma’mun. (FH/Marcopolo).

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.