Home Nasional Media Center Kerap dikunci, Bawaslu Buat Kecewa Wartawan

Media Center Kerap dikunci, Bawaslu Buat Kecewa Wartawan

0
foto; istimewa
foto; istimewa
foto; istimewa

POROSNEWS.COM – Kinerja dan performa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sungguh mengecewakan. Bukan hanya dianggap tidak mampu mengawasi setiap tahapan pelaksanaan pemilu, lembaga pimpinan Muhammad tersebut juga memberikan akses informasi terbatas kepada awak media yang biasa meliput agenda kepemiluan.

Salah satu keterbatasan akses yang dialami puluhan wartawan peliput di Bawaslu adalah posisi media center yang selalu di kunci rapat oleh petugas keamanan. Bahkan hal yang paling mengecewakan adalah sikap arogansi petugas keamanan yang kerap mengusir awak media yang tengah melakukan tugas jurnalistiknya di media center Bawaslu.

Menangapi perlakuan oknum petugas keamanan (satpam) tersebut, Ketua Bawaslu, Mumammadal-Hamid mengaku geram dengan ulah dan sikap satpam tersebut. Ia menjelaskan, jika media center merupakan hak yang diperoleh wartawan selama melakukan tugas peliputan.
“Media center itu 24 jam terbuka untuk teman media,” kata Muhammad saat menjawab pertanyaan puluhan awak media, Kamis sore (24/4).

Seirama dengan Muhammad, sekretaris jenderal (sekjen) Bawaslu Gunawan Suswantoro juga menegaskan bahwa penutupan media center adalah tindakan yang salah. Sebab, dengan ditutupnya media center maka akses informasi bagi wartawan menjadi terbatas.

Selain itu, Gunawan juga meminta maaf kepada puluhan awak media yang merasa dirugikan atas hal tersebut. Dan ia berjanji dalam waktu dekat akan segera menegur petugas keamanan di Bawaslu agar lebih ramah, dan fleksibel dalam menjalankan tugas pengamanan.

“Itu ndak bener. Enggak boleh ditutup, media center itu untuk teman-teman wartawan dan harus dibuka 24 jam. Jika media center masih tertutup silahkan lapor ke saya,” tutup Gunawan.

Berdasarkan pantauan dan catatan PorosNews.com, penutupan media center di Bawaslu sudah sekian kali terjadi. Selain itu, para awak media juga mengaku kerepotan dengan sistem pengamanan yang dilakukan oleh petugas keamanan Bawaslu. Sebab, jika hendak masuk ke gedunng lembaga pengawas penyelenggara tersebut, para awak media harus menyerahkan kartu pers atau Kartu Tanda Pengenal (KTP) untuk dititipkan kepada petugas keamanan dan ditukar dengan kartu pengunjungt (visitor card). Marcopolo

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.