Home Nasional Pilpres jadi Panggung Rivalitas Sengit TNI-Polri

Pilpres jadi Panggung Rivalitas Sengit TNI-Polri

0
Foto; Istimewa
Foto; Istimewa

POROSNEWS.COM – Bukan hanya para politisi yang bersaing sengit dalam pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) yang berlangsung pada tanggal 9 April 2014 lalu. Kontestasi sengit juga terjadi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Polri.

Dalam pesan berantai yang diterima PorosNews.Com yang mengatasnamakan Politisi Gerindra yang juga aktivis buruh FX. Arief Poyuono pada Sabtu (26/4), rivalitas antara kedua institusi pertahanan dan keamanan negara tersebut terlihat jelas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbasis di komplek TNI dan Polri. Sebanyak 95 % perolehan suara di Komplek TNI dimenangkan oleh Partai Gerindra, sedangkan di Komplek Polri sebanyak 95% perolehan suara dimenangkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Melompatnya suara PDIP di komplek perumahan Polri ini mencerminkan adanya ketakutan dari Polri jika terjadi perubahan pemerintahan untuk menciptakan Polri yang bersih dari korupsi dan kriminalisasi yang banyak menguntungkan oknum petinggi Polri. Bisa dipastikan banyak petinggi Polri pemilik rekening gendut ketakutan, jika dalam Pilpres pemerintah mendatang akan konsekwen untuk menciptakan kepolisian yang bersih dan memeriksa rekening gendut milik oknum petinggi polri. Sedangkan kemenangan Gerindra di komplek TNI digambarkan adanya keinginan kuat dari TNI melalui keluarganya untuk memberikan suaranya pada Gerindra karena menginginkan pemerintahan yang kuat dan bersih serta bisa menjaga kedaulatan NKRI, serta keamanan yang stabil,” kata pesan berantai tersebut.

Dalam pesan berantai yang beredae via Black Berry Messenger (BBM) tersebut juga ditegaskan, jika pelaksanaan pemilu presiden (pilpres) akan menjadi panggung pertarungan sengit antara TNI-Polri. Selain itu banyak dukungan pengusaha pada PDIP lebih banyak pengusaha yang diuntungkan dengan peran Polri yang luar biasa dalam penegakan hukum, dimana banyak bisnis ilegal pengusaha tersebut yang dilindungi oknum petingi polri.

Hingga berita ini diturunkan PorosNews.com masih terus melakukan konfirmasi dan klarifikasi baik melalui pesan singkat maupun sambungan telepon dengan Arief Poyuono. Namun, hingga kini belum ada jawaban yang diberikan oleh aktivis buruh tersebut. Marcopolo.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.