Home Nasional PDIP-Demokrat Tak Mungkin Berkoalisi, Ada Perbedaan Yang Sulit dijembatani

PDIP-Demokrat Tak Mungkin Berkoalisi, Ada Perbedaan Yang Sulit dijembatani

0
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

POROSNEWS.COM – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memastikan diri tidak akan menjalin koalisi dengan Partai Demokrat dalam pemilu presiden (pilpres) yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli mendatang.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahjo Kumolo memastikan peluang koalisi antara PDIP dengan Demokrat terbilang kecil. Pasalnya PDIP sudah menyiapkan Joko Widodo (Jokow) sebagai capres yang akan diusung dalam pilpres mendatang. Sementara Partai Demokrat juga mempunyai 11 bakal calon presiden yang salah satunya bakal diusung sebagai capres.

“Kami menghormati konvensi, tapi tentu saja kerjasama menjadi terkendala, ketika Demokrat mempunyai capres sendiri,” kata Tjahjo di Jakarta, Senin (28/4).

Lebih lanjut mantan ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tersebut menambahkan, hingga kini pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan semua partai politik dalam menghadapi pilpres. Khusus untuk Partai Demokrat, sejauh ini komunikasi sudah berjalan dengan baik dan lancar.

Tjahjo juga tak menampik meskipun komunikasi berjalan baik, namun antara PDIP dengan Demokrat ada perbedaan yang sulit untuk dijembatani, terutama terkait hubungan masa lalu antara Megawati Soekarnoputri dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Barangkali terhadap hal-hal konstruktif yang sudah terjalin belum sempat dilaporkan ke Presiden SBY oleh kader Partai Demokrat. Akibatnya, Presiden SBY masih merasa bahwa komunikasi antara kedua partai belum berjalan baik,” kata Tjahjo.

Sekedar kilas balik, SBY adalah mantan Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada pemilu 2004 sendiri komunikasi antara keduanya semakin memburuk. Dalam sebuah rapat kabinet yang dihadiri oleh seluruh Menteri, Megawati Soekarno Putri menanyakan apakah SBY akan maju sebagai capres pada pemilu 2004. Kala itu, secara tegas SBY menjawab tidak akan maju sebagai capres. Namun hal yang terjadi sebaliknya, SBY malah maju sebagai capres dan mendirikan Partai Demokrat sebagai kendaraan politiknya.

Terkait dengan hal tersebut, Mega merasa geram dengan manuver yang dilakukan bawahannya tersebut. Hingga kini hubungan keduanya belum cair. Karena itulah ada perbedaan yang sulit dijembatani antara PDIP dengan Demokrat. TRB/Darmo Gandul.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.