Home EKONOMI Bisnis Kasus Pemblokiran Giro BNI Tasik Kembali Disidangkan

Kasus Pemblokiran Giro BNI Tasik Kembali Disidangkan

0

Tawang-20140429-01287POROSNEWS.COM  – Untuk kali ketiga, Majelis hakim Pengadilan Negeri Tasikmalaya kembali menggelar sidang  perkara pemblokiran Giro oleh salah seorang nasabah BNI 46 Tasikmalaya  dengan agenda pemeriksaan tiga orang saksi yakni  Acep Sopyan (34) pengusaha sandal Kecamatan Mangkubumi, Hendri (49) pengusaha sandal, Kecamatan Mangkubumi dan Siska Goel (45) ibu rumah tangga penduduk Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Tasikmalaya.

Perkara itu melibatkan tiga orang karyawan BNI 46 yakni EG (49), RS (40) serta IY (36) yang menjadi terdakwanya dan dalam persidangan pertama oleh oleh Jaksa Penuntut Umum ketiganya didakwa dengan pasal 49 (1) hurup a atau pasal 49 (1) hurup c atau pasal 49 (2) Undang-undang perbankan atau pasal 263 (1) KUHP tentang pemalsuan surat.

Bisnis yang dijalankan dua pengusaha itu berawal dari saling tukar giro sebagai  alat pembayaran. Namun dalam perjalanannya giro yang dikeluarkan oleh Hendri untuk pembayaran ke Acep banyak yang kosong. Sedangkan Giro yang dikeluarkan oleh Acep ada isinya. Karena merasa dirinya akan dirugikan oleh teman bisnisnya maka Acep pun meminta kepada Bank BNI untuk memblokir giro yang telah dikeluarkan Acep agar tidak bisa dicairkan.

Dalam persidangan itu terungkap bahwa pemblokiran itu giro itu berawal dari kegiatan usaha bisnis antara saksi Acep Sopyan dengan Hendri, Acep Sopyan menjual bahan baku sandal ke Hendri, dan ketika bahan baku itu sudah diproses oleh Hendri menjadi sandal maka dibeli lagi oleh Acep Sopyan.

Selaain itu terungkap pula bahwa sebelum terjadi pemblokiran, rupanya Hendri telah memindah tangankan salah satu giro senilai Rp 23 juta yang diterimanya dari Acep Sopyan ke Siska Goel, dan ketika Siska Goel tidak bisa mencairkan giro yang diterimanya itu maka digugatlah BNI 46.

Sementara itu, Singgap Panjaitan pengacara 3 terdakwa BNI mengungkapkan bahwa perkara tersebut  ada hubungannya dengan utang piutang.

“Kesaksian kedua saksi ini belum menyentuh persoalan dan harus ada situasi masuk akal ini hanya menyatakan karena hilangnya dana giro tidak ada unsur pemblokiran,” paparnya.

Sidangkan diundur satu minggu kemudian dengan agenda masih pemeriksaan saksi

“Ada tujuh orang saksi yang akan dimintai keterangannya termasuk nantinya ada saksi ahli dari pihak Bank Indonesia” ujar JPU Ahmad Sidik SH seusai sidang. (PN/DIM)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.