Home Nasional Banyak Kecurangan Pemilu Tanda Bawaslu “Mandul”

Banyak Kecurangan Pemilu Tanda Bawaslu “Mandul”

0

bawasluPOROSNEWS.COM  – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa membatalkan hasil Pemilu 2014 karena proses penyelenggaraan pemilu terbukti jauh lebih buruk akibat banyaknya kecurangan dan praktik politik uang yang masif dari Sabang sampai Merauke. Walau sebenarnya tindak kecurangan itu dapat diantisipasi kalau bawaslu bersikap tegas.

Demikian dikemukakan oleh Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw dalam acara Dialog Kenegaraan DPD RI bertema “Pemilu 9 April 2014, Baik atau Buruk?” bersama Ibrahim Fahmi Badoh (Direktur Program Transparency International Indonesia) dan anggota DPD Instiawati Ayus dari daerah pemilihan Provinsi Riau.

Menurutnya, kalau hasil pemilu tersebut dibatalkan maka KPU wajib melaksanakan pemilu ulang jika Bawaslu merekomendasikan untuk diulang. Karena itu, Bawaslu harus menjawab buruknya pemilu sekarang ini dalam rangka menyelamatkan suara rakyat, ujarnya.

“Bawaslu bisa membatalkan hasil pemilu yang sangat buruk ini. Pemilu ini bisa diulang dan yang bertanggung jawab terhadap buruknya pemilu ini adalah KPU, karena yang ditugaskan KPU,” ujarnya.

Dia khawatir kalau tidak ada tindakan tegas terhadap kecurangan pemilu maka kecurangan pada Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan serentak dan umit akan semakin canggih.

Sementara itu, Intsiawati Ayus menilai Pemilu 9 April 2014 sangat melelahkan, rumit, dan sarat politik uang. Namun demikian dia mengaku tetap lolos dengan memperoleh suara sekitar 350.000 dengan menghabiskan dana sekitar Rp400 juta.

“Perolehan suara itu pun karena saya sudah sepuluh tahun investasi ke rakyat sebagai anggota DPD RI, yang bertanggung jawab terhadap tugas dan fungsinya sebagai wakil daerah, ujarnya.

Dia menambahkan bahwa salah satu yang membuat pemilu itu melelahkan adalah padatnya jadwal kampanye dengan jangkauan wilayah yang luas.

Selain itu, praktik politik uang, ujar Instiawati, membuat dirinya harus benar-benar mengawal perolehan suara sejak di tingkat bawah.

“Jadi, buruknya pemilu kali ini adalah dari aspek administrasi dan penyelenggara pemilu di lapangan,” ujarnya. Hal itu sebagai tanda penyelenggara pemilu tebukti mandul. (PN/BSJ)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.