Home Nasional Daerah Diduga Terima Gratifikasi, DKPP Akan Sidangkan 13 Anggota PPK Pasuruan

Diduga Terima Gratifikasi, DKPP Akan Sidangkan 13 Anggota PPK Pasuruan

0
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

POROSNEWS.COM – Setelah menerima laporan dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan segera menyidangkan 13 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang diduga kuat melanggar kode etik penyelenggara pemilu dengan menerima gratifikasi.

Menurut Ketua Tim Verifikasi Gelar Perkara DKPP Nur Hidayat Sardini, Rabu (30/04), sidang tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Komisi Pemilihan Umum Pasuruan Nomor 56/KPU Kab/014329841/IV/2014 perihal Permohonan SK Penetapan. Ketiga belas anggota PPK se-Kabupaten Pasuruan itu; masing-masing 1 anggota PPK Wonorejo, anggota PPK Purwosari, Anggota PPK Sukorejo, anggota PPK Gempol, anggota PPK Beji, anggota PPK Bangil, Anggota PPK Lekok, Anggota PPK Kraton, anggota PPK Pohjentrek, anggota PPK Gondangwetan, anggota PPK Winongan, anggota PPK Grati, anggota PPK Prigen. Mereka dilaporkan oleh salah seorang caleg dan hasil pemeriksaan dan keterangan dari KPU setempat.

“Dalam surat yang kami terima dari KPU Pasuruan, nama-nama tersebut telah terbukti menerima pemberian atau gratifikasi. Nah, KPU Pasuruan telah melakukan pemberhentian sementara pada 13 anggota PPK yang telah melanggar kode etik penyelenggara Pemilu,” jelas pria yang akbar disapa NHR melalui keterangan pers DKPP yang diterima PorosNews.Com, Jakarta, Rabu (30/4).

Dalam surat itu, pihak KPU Pasuruan  meminta kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu untuk segera menindaklanjuti  kasus ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Berdasarkan surat tersebut, KPU Pasuruan memohon kepada DKPP untuk menerbitkan Surat Keputusan Pemberhentian Tetap pada 13 anggota PPK,” tutup juru bicara DKPP tersebut.

Ada pun  mengenai jadwal sidangnya, akan digelar pada Selasa depan (6/5) pada pukul 13.30. Pelaksanaan sidang melalui video conference (jarak jauh), pihak Teradu, Pengadu dan Tim Pemeriksa Daerah berada di sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan satu anggota DKPP berada di Ruang Sidang DKPP, Jalan MH Thamrin No.14. “Sidang ini terbuka untuk umum, termasuk untuk media,” tutupnya. Marcopolo. 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.