Home Nasional Gedung Putih Tarik Dukungan, Jokowi Kian Terlantar

Gedung Putih Tarik Dukungan, Jokowi Kian Terlantar

0

sambutanjokowiPOROSNEWS.COM – Indonesia kini berada dalam orde reformasi yang mengantarkan Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono ke dalam raja-diraja di antara penguasa dinasti selama 10 tahun terakhir ini. Tak salah jika banyak pihak menyebutnya The Silent Godfather. Diam-diam memainkan peran hancurnya para pendukung Jokowi.

Kita mulai dari Jokowi. Benang merah antara Jokowi dengan pakar pollsetter asal Amerika Stanley Greenberg, tak terlepas dari ‘jejak’ yang ditinggalkan Greenberg. Sebagai konsultan politik No. 1 Dunia, ahli pollsetter dan cuci otak, Greenberg memang punya ciri khas yang dapat di tracing bila kita teliti.

Ciri khas karya Greenberg itu antara lain:
1. Tokoh yang diorbitkannya cenderung diminta untuk memalsukan latar belakangnya.

Diubah sesuai profil. Contoh, Bill Clinton adalah tokoh untuk keberhasilannya menjadi presiden AS, latar belakang Clinton diubah sesuai profil yang disukai rakyat AS. Nama asli Bill Clinton adalah William Jefferson Blythe III, diganti menjadi William Jeferson Clinton. Greenberg lebih menyukai tokoh yang berasal dari daerah terpecil “entah berantah” ketimbang tokoh dari kota besar, untuk diorbitkan

Sebagaimana kita ketahui, Clinton berasal dari udik. Dari Little Rock City, Arkansas, mirip dengan Jokowi dari kota kecil Solo, Jawa Tengah.
Ada kesamaan, latar belakang Clinton pada saat dia calonkan diri sebagai capres 1986 sulit diketahui publik, sama dengan Jokowi saat pilgub DKI 2012 silam.

2. Semakin kabur latar belakang tokoh yang akan diorbitkan Greenberg, semakin besar peluangnya untuk menang. Kenapa?

Karena Greenberg mudah menyusun “riwayat hidup” sang tokoh yang telah disesuaikan dengan “selera” rakyat pemilih.

Sebagai contoh, saking “misteriusnya” sosok Jokowi dulu, Prabowo tidak sadar bahwa dia membesarkan anak macan piaraan musuh besarnya : Luhut Panjaitan

Bahkan Prabowo telah mati-matian membantu Jokowi agar dapat diterima dan disetujui Megawati sebagai cagub DKI yang diusung PDIP !!

Akibatnya Prabowo terkecoh. Latar belakang Jokowi yang kabur atau dikaburkan telah mengecoh Prabowo pada tahun 2012 lalu. Dia tidak tahu ternyata Jokowi adalah anak binaan Luhut Pangaribuan dan AM Hendropriono.

Mungkinkah Jokowi intelijen binaan AM Hendropriono?
Luar biasa pengorbanan dan perjuangan Prabowo dan Gerindra untuk memperjuangkan Jokowi jadi Gubernur DKI Jakarta 2012 lalu. Dan hasilnya signifikan, Jokowi menang mengalahkan Fauzi Bowo.

Kini, Prabowo terhenyak telah membesarkan anak macan! Tidak disangka orang yang dia bantu habis-habisan ternyata adalah kader binaan musuh bebuyutannya. Prabowo seolah-olah Harakiri. Bunuh diri
Kini, siapa sangka, Jokowi yang dibantu Prabowo mati-matian, tulus dan ikhlas, malah ternyata mengkhianati Prabowo, menikamnya dari belakang. It’s Jokowi Style.


Jokowi tidak salah. Dia memang punya misi menipu, memperdaya, mengkhianati Prabowo. Dari awal itulah tugas dan misi utama Jokowi. Jauh sebelum “fenomena” Jokowi muncul, Prabowo memang leading dalam setiap survey elektabilitas capres. Bakal capres lain jauh di bawahnya, namun ketikan hadir dalam senyap timbul badai opini dan “fenomena” Jokowi muncul, digenjot habis-habisan oleh kolaborasi 4A, Antek – Asing – Aseng, dan relawan Alay Jasmev itu mentahbiskan mahkota survei kepada Jokowi.

Mega Proyek bernama Jokowi

Kolaborasi banyak pihak, mantan-mantan jenderal, mafia cina, China connection, Arkansas connection yang mencari ‘Boneka’ agar dapat melestarikan kekuasaan.

Dari kalangan elit cina Indonesia dan konglomerat, tokoh-tokoh politik, para mantan jenderal, Arkansas connection, plus kekuatan hitam dari para koruptor BLBI yang buron itu bersatu untuk mendukung mega proyek bernama Jokowi.

Tak kurang triliunan rupiah sudah dihabiskan untuk menciptakan sosok “Jokowi”, skenario disusun Stanley B Greenberg, sohib James Riady, agen China teman mantan presiden AS Bill Clinton.

Mega proyek dengan sandi Jokowi ini memang direncanakan, sebuah grand design. Hal ini baru kami ketahui sesaat putaran pertama pilkada DKI berakhir. Senior kami mantan pejabat tinggi di lembaga intelijen kasih clue.
Hasil investigasi kami pada tahap awal di Solo, belahan timur Indonesia hingga Singapore mendapatkan bukti tentang adanya rencana besar konspirasi global terhadap NKRI.

Tidak tanggung-tanggung upaya konspirasi global mendukung Jokowi sebagai capres boneka. Menlu AS, Ketua Dagang AS – RI, menlu Inggris sampai dengan Yeal Rubinstein Dubes Israel untuk Singapore pun nekad menyusup ke Jakarta dalam rombongan delegasi Menlu Inggris William Hague untuk beri dukungan ke Jokowi. Hebat kan?

Itu belum termasuk kunjungan selebriti dunia yang datang ke Jakarta, “puja puji” Jokowi atas pesanan Greenberg. Tak kurang Metallica, Arkarna, SNSD, Super Junior, Jorge Lorenzo hingga Valentino Rossi dihadirkan ke hadapan masyarakat Indonesia.

Tak kurang Metallica, Arkarna, SNSD, Super Junior, Jorge Lorenzo hingga Valentino Rossi dihadirkan ke hadapan masyarakat Indonesia.


Tak hanya itu, liputan-liputan media asing, di AS, Eropa, Asia, Australia dansemua jaringan media Greeberg dikerahkan untuk “poles citra Jokowi”

Jaringan Jenderal Indonesia Dukung Jokowi


Di Jakarta sejumlah mantan jenderal di bawah komando Luhut Binsar Panjaitan dan AM Hendropriono pun ikut mengatur siasat untuk Jokowi.

Tidak tanggung-tanggung, puluhan mantan jenderal memainkan peranan sentral mewujudkan cita-cita agar Jokowi sukses jadi presiden ‘boneka’.

1. Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar

2. Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso

3. Jenderal (Purn) Wiranto

4. Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan

5. Jenderal (Purn) Chaerudin Ismail

6. Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno

7. Letnan Jenderal (Purn) TB Hasanuddin

8. Jenderal (Purn) AM Hendropriyono

9. Mayor Jenderal (Purn) Triamtomo

10. Irjen (Purn) Sidarto Danusubroto

11. Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso P

12. Jenderal (Purn) Bimantoro

13. Jenderal (Purn) Fahrul Razi

Satu Persatu Gembosnya Pendukung Jokowi

Namun kini dukungan ke Jokowi semakin melemah dan akhirnya Jokowi ditinggalkan mayoritas pendukungnya.

Kata kuncinya adalah ‘intervensi’.

Intervensi pertama,
Keputusan Gedung Putih untuk tidak mendukung Jokowi lagi karena telah menyebabkan semua rencana tokoh-tokoh di balik Jokowi berantakan. Lobi Paus Fransiscus pada Obama menunjukan hasil signifikan. Obama putuskan AS mundur dari pendukungannya terhadap Jokowi.

Intervensi kedua,
Di tanah air, para konglo dan mafia Cina pun terpaksa tiarap dan balik badan, cabut dukungan terhadap Jokowi. Satu per satu rontok.

Berguguran, karena apa? Jokowi ditinggalkan para konglo dan mafia cina setelah Presiden SBY beri pesan tegas dan jelas kepada mereka semua “Jangan Main Api !”

Sinyalemen pertama SBY memerintahkan KPK pada pengusutan korupsi Pajak Bank BCA membungkam semua konglo Cina yang dipimpin Robert Hartono pemilik BCA & Djarum Super yang sejak 2008 sudah membina Jokowi.

Sinyalemen kedua, SBY memerintahkan KPK dan memberikan peringatan tegas melalu pengusutan korupsi Sentul City, mengakibatkan semua konglo cina di bawah komando TW alias Tommy Winata yang konon binaan mantan Jenderal Eddy Sudrajat. Akhirnya balik kanan semua. Jokowi makin kempes.

Sinyalemen Ketiga, James Riady cs tidak mungkin melawan perintah Gedung Putih, kecuali dia mau hancurkan persahabatan eratnya dengan Arkansas Connection yang terbangun sejak 1986.

Sinyalemen Keempat, Antony Salim, Taipan nomor wahid RI, dan konglomerat Cina RI juga sudah teletubbies alias berpelukan kembali dengan Presiden SBY. Proxynya CT alias Chairul Tanjung menjadi Menko Ekonomi menggantikan Hatta Rajasa yang notabene besan SBY.

Sinyalemen Kelima, Pertemuan di Rumah Jacob Soetoyo sebenarnya Dubes Vatikan bertindak sebagai tuan rumah, follow up pertemuan Paus dan Obama 27/3/14 di Vatikan. Pertemuan di rumah Jacob Soetojo itu manuver manis elit katolik Indonesia via Paus dan menghancurkan blokade elit kristen protestan ke Jokowi yang dikomandoi James Riadi Lippo group.

Jika awalnya Jokowi dikendalikan elit kristen, ini mencemaskan elit katolik sebagai penguasa selama 32 tahun pada masa orba. Hal ini mencemaskan katholik jika masa depan umat katolik Indonesia di telikung kelompok kristen protestan yang telah terlalu kuat menguasai Jokowi sedangkan Katolik tidak diberi akses.

Bayangkan demi katholik Indonesia, Paus harus sampai melobi Obama, dan hasil pertemuan di Rumah Jacob Soetojo diteruskan ke Vatikan & White House. Jadi bahas diskusi Paus – Obama 15/4/14. Hasil pembicaraan Paus – Obama 15/4/14, sinyalnya haruslah AS tarik diri. Elit katolik yang dipersilahkan masuk, dan elit kristen mundur. Hilang pendukung utama Jokowi

Imbasnya, itu sebabnya tidak terdengar lagi manuver Bara JP, Projo, Kartika Djoemadi yang awalnya sangat militan dan dibiayai ratusan miliar itu. Kini semua tarik dukungan.

Imbas sinyalemen kelima luar biasa luas pengaruhnya. Sekarang tinggal Jusuf Kalla – CSIS – Wanandi cs dan segelintir elit Katolik yang mendukung Jokowi. Merekalah pengendali Jokowi.

Dari 27 ormas cina Indonesia, kini hanya tinggal 3 ormas yang mendukung Jokowi. Semua balik badan. Yang 3 ormas pun mendukung setengah hati nampaknya.

Megawati juga sukses bermanuver. Megawati happy dengan kondisi Jokowi sekarang ini. Megawati dan PDIP pun selamat dari cengkraman kuat yang mengancam hegemoni Mega dan trah Sukarno.

Pertanyaan BESAR sekarang, Siapa The Godfather?
Apakah JK serius mau habiskan uang 10 Triliun untuk pilpres mendatang? Dia tahu Jokowi tidak lagi dapat dukungan. JK tentu sayang dengan uang 10 triliun, hasil jadi wapres selama 5 tahun (2004-2009). Sayang jika dibuang-dibuang.

Satu hal yang dilupakan kubu Jokowi selama ini. Mereka anggap sebelah mata pada Presiden SBY sang ‘Maestro Strategy’ habislah mereka sekarang.

Megawati juga happy, dia sudah membayangkan akan dikudeta dari Ketum PDIP jika Jokowi jadi presiden. Mega dan trah Bung Karno sukses selamatkan PDIP.

Rencana besar sekelompok elit untuk menjadikan Jokowi sebagai presiden boneka sejak tahun 2008 lalu itu kini hancur sia-sia. Jokowi kini ayam sayur.

SBY turun tangan, akibatnya media massa yang dulu 87% dibayar mendukung Jokowi dan sebagian milik konglomerasi cina yang awalnya diarahkan mendukung Jokowi itu kini lari semua. Kini hanya Kompas Grup dan media-media afiliasi Katolik yang mendukung Jokowi. Media afiliasi kristen, tarik diri. Detik pun sudah terlihat mengubah haluan.

Detik milik Antony Salim via proxy nya Chairul Tanjung, tidak akan mungkin berani beda haluan dengan pemiliknya. Mereka nanti akan dukung Prabowo Subianto – Hatta Rajasa

Sinyalemen keenam
Para jenderal aktif dan para pimpinan TNI sudah dijewer presiden SBY. Peringatan agar jangan main api. Semua sekarang balik kanan tinggalkan Jokowi. Edan!

Pendukung Jokowi kini terus menyusut. Tidak sampal 15%, bahkan turun terus sampai ke titik nadir. Belum lagi status Jokowi sebagai calon TSK alias tersangka.

Walhasil, jadi pilpres 9 Juli 2014 tidak akan seru lagi. Prabowo Hatta akan menang mudah, prediksi kami di atas 70%. Jokowi tinggal sejarah, jadi napi?
Wallahu Alam.

Peringatan buat Umat Islam. Waspadalah. Ada apa di balik batu? (PN/VOA-Islam)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.