Home Nasional Hukum KPK Periksa Haryono Isman

KPK Periksa Haryono Isman

0

haryonoPOROSNEWS.COM  – Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Hayono Isman diperiksa KPK terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Mantan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Syahrul R Sampurnajaya (SRS)

“Benar, yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka SRS,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di kantor KPK, Jumat (6/6).

Priharsa menjelaskan, Hayono dipanggil KPK lantaran ada informasi terkait pencucian uang yang dilakukan Syahrul, yang harus dikonfirmasi kepada peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat itu.

Selain Hayono, KPK juga memeriksa General Manager Dealer Chosen Cars sebagai saksi.

Adapun Syahrul, pada hari ini juga akan menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Terkait kasus ini, KPK telah menyita satu unit apartemen Senopati milik istri Syahrul bernama Herlina Triana. KPK juga menyita dua buah mobil, yaitu Toyota Alphard Vellfire atas nama Herlina dan Toyota Innova milik anak Syahrul bernama Manuela Clara.

KPK menjerat mantan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Syahrul R Sampurnajaya sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang.

Penetapan Syahrul sebagai tersangka merupakan pengembangan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi penanganan perkara investasi CV Gold yang sebelumnya sudah menjadikan Syahrul sebagai tersangka.

Kepada Syahrul, KPK menyangkakan pasal 3 dan atau pasal 4 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Sebelumnya, Syahrul sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penanganan perkara investasi CV Gold.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus suap pengurusan izin lokasi Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sebelumnya juga menjerat Syahrul sebagai salah seorang tersangka.

KPK menetapkan Syahrul sebagai tersangka pada Agustus tahun lalu. Keterlibatan Syahrul terungkap dari kepemilikan sahamnya di PT Garindo Perkara. Perusahaan ini diduga menyuap pejabat di pemerintahan Kabupaten Bogor guna pengurusan izin pembangunan Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kasus ini berawal dari tertangkapnya Direktur PT Garindo Perkasa, Sentot Susilo dan Nana Supriatna bersama dua (2) pegawai Pemerintah Kabupaten Bogor, yakni Listo Wely S dan Usep Jumenio. Mereka ditangkap di kawasan Sentul, Bogor.

PT Garindo Perkasa sendiri ingin memperoleh izin lokasi tanah seluas 1 juta meter persegi untuk pembangunan makam di Desa Antajaya. Diduga dalam pengurusan itu, PT Garindo Perkasa memberi uang ‘ucapan terima kasih’ kepada Pemkab Bogor dan Ketua DPRD Bogor, Iyus Djuher. (PN/BST)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.