Home Nasional Hukum KPK Pertanyakan Anggaran Suksesi Visi Misi Capres

KPK Pertanyakan Anggaran Suksesi Visi Misi Capres

0
bambang-widjojanto-KPKPOROSNEWS.COM – Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjayanto mengatakan bahwa semua pasangan calon yang memberikan program dalam visi dan misinya saat kampanye Pemilu Presiden 2014 menyisakan pertanyaan.
Pertanyaannya, dari mana uang itu berasal untuk mensukseskan program-programnya yang tertuang dalam visi dan misinya.
“Semua visi dan misi pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak bisa menjelaskan program-programnya dibiayai pakai uang apa? Itu tidak dijelaskan sama mereka. Lalu biaya dari mana?” ujar Bambang Widjayanto saat diskusi di LBH Bali, Denpasar,Jum’at (6/6/2014).
Diskusi ini mengangkat tema Delapan Agenda Antikorupsi bagi Presiden 2014-2019, dengan sub tema Prakarsa pemberantasan korupsi, penegakan hukum, politik, kerakyatan dan pemerintahan. Dalam diskusi ini juga menggambarkan bagaimana pelaku korupsi sudah menyebar diberbagai instansi dan swasta.
“Mau tidak presiden nanti berjanji tidak memberikan peluang bagi keluarganya. Mau tidak memberikan penjelasan asal usul kekayaannya? Biar bis kita tahu rekam jejak kekayaannya,” tegasnya.
Dalam buku putih “Delapan Agenda Antikorupsi bagi Presiden 2014-2019” yang diterbitkn oleh KPK ini tertuang peran presiden mendatang dalam pemberantasan korupsi adalah komitmen untuk :
1.    Menolak dan melaporkan segala bentuk gratifikasi.
2.    Menentang setiap usaha yang akan melemahkan upaya pemberantasan korupsi.
3.    Meningkatkan kepatuhan atas konvensi internasional tentang antikorupsi (UNCAC)
4.    Mewajibkan pendirian Unit Pengendalian Gratifikasi dan LHKPN disetiap kementrian dan lembaga.
5.    Mewujudkan adanya tes integritas dalam proses rekrutmen dan promosi di kementrian dan lembaga.
6.    Tidak memberikan ruang kepada keluarganya untuk dapat mengakses dana yang berasal dari APBN.
7.    Menutup munculnya faktor nepotisme dan kolusi dalam proses pelaksanaan pemerintahan.
Dalam usaha pemberantasan korupsi di indonesia, KPK juga menjelaskan bahwa presiden adalah saah satu ikon penting dalam upaya pemberantasan korupsi tersebut. “Mau tidak, calon presiden membuat komitmen dengan menandatangi (kontrak politik) untuk berjanji ” pungkasnya. (PN/SON)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.