Home Nasional Hukum Anas Sebut Jaksa KPK Gunakan Anaslisis Politik

Anas Sebut Jaksa KPK Gunakan Anaslisis Politik

0

anas3POROSNEWS.COM – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum hari ini, Kamis (12/6), menjalani persidangan ketiganya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) untuk mendengarkan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepi atau Nota Keberatan Anas Urbaningrum dan Penasehat Hukum yang disampaikan pada persidangan sebelumnya.

Anas Urbaningrum didakwa telah melakukan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang dalam kasus Hambalang dan kasus-kasus lainnya yang hingga dakwaan dibacakan tetap tidak dijelaskan apa itu kasus-kasus lainnya yang dituduhkan terhadapnya.

Dalam tanggapannya, penuntut umum menyatakan bahwa Anas mencoba menggiring kasusnya ke dalam ranah politik.

Bagi Anas, tanggapan jaksa tak lebih dari analisis politik. “Jadi kalau kepada saya dituduh membawa kasus hukum ini ke arah politik justru yang tadi saya dengar dari JPU adalah analisis politik. Kalau dicermati dengan sungguh-sungguh justru bagian awal dari tanggapan JPU itu adalah analisis politik,” ujar Anas usai persidangan.

Anas mengatakan bahwa eksepsi yang disusun dirinya didasari fakta-fakta termasuk kaitannya dengan politik.

“Yang saya sampaikan ketika eksepsi adalah fakta-fakta. Fakta-fakta politik, bukan imajinasi, bukan karangan, yang punya sambungan sangat erat dengan proses hukum,” sambung Anas.

Senada dengan Anas, penasehat hukum Anas, Firman Wijaya mengatakan bahwa KPK dan jaksa telah konsisten membawa kasus yang menjerat kliennya ke dalam ranah politik.

“Dalam tanggapannya, jaksa menggunakan konstruksi dan analisis politik,” ujar Firman.

Menurutnya penuntut umum semakin masuk ke ranah politik ketika meminta Anas mengisi ‘lembaran-lembaran buku’ berikutnya.

“Permintaan jaksa agar Mas Anas dengan kebesaran hati dan keluhuran budi untuk berani jujur guna mengisi ‘lembaran-lembaran’ buku berikutnya tidak relevan dengan isi eksepsi kami. Dalam hal itu jaksa sudah masuk wilayah politik,”

Firman menambahkan, bahwa tidak relevan jaksa menilai Anas sebagai orang yang tidak santun karena isi eksepsi yang ditulisnya.

“Apa substansi jaksa menyebut Mas Anas sebagai orang yang lupa dengan kepribadian yang dinilai orang sebagai orang santun. Eksepsi Mas Anas disusun adalah hak terdakwa dan disusun dari fakta-fakta dan dengan bahasa yang sudah sangat santun,” ujar Firman.

Persidangan Anas sendiri ditunda hingga Kamis, 16 Juni mendatang dengan agenda putusan sela Majelis Hakim atas pengajuan eksepsi yang diajukan Anas Urbaningrum dan Penasehat Hukumnya. (PN/PRAS)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.