Home Nasional Daerah Gang Dolly Ditutup, PSK Hijrah

Gang Dolly Ditutup, PSK Hijrah

0

parkir cintaPOROSNEWS.COM  – Jelang moment penutupan lokalisasi Gang Dolly dan lokalisasi Jarak, Polrestabes Surabaya, Jawa Timur telah mempersiapkan kekuatan penuh untuk mengamankan deklarasi penutupan dua lokalisasi di Kelurahan Putata Jaya, Kecamatan Sawahan oleh Pemkot Surabaya, pada 18 Juni mendatang.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk mendukung pemerintah kota setempat untuk menutup lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara itu.

“Polrestabes Surabaya tetap komitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah kota, pada 18 Juni nanti, dimana Pemkot Surabaya akan mendeklarasikan secara resmi penutupan Dolly,” ujar Setija, di Surabaya, Rabu (11/6).

Meski mengaku akan melakukan pengamanan secara maksimal, namun Setija belum bisa memastikan berapa jumlah total anggotanya yang akan diturunkan di Dolly dan Jarak. Pihaknya masih menunggu informasi dari intelijen Polrestabes Surabaya yang sedang disebar untuk mengorek informasi di lapangan.

“Berapa personel yang kita kerahkan belum bisa saya sebutkan secara pasti. Tapi kita akan berikan pengamanan secara maksimal. Jumlah personel itu tergantung perkeliaran intelijen kita, yang terus melakukan pemantauan,” ujarnya.

“Saat mendekati hari penutupan, yaitu tanggal 18 Juni nanti, apakah ada pergerakan, ataukah akan ada perlawanan, ataukah penutupannya diperkirakan bisa berjalan mulus, itu nanti mendekati hari akan kita ungkap jumlahnya,” sambung dia.

Setija juga menjelaskan, hingga saat ini, pihaknya belum menerima surat resmi dari Pemkot Surabaya terkait masalah bantuan pengamanan.

“Namun, secara implisit sudah dimintai pengamanan. Secara resmi belum ada permintaan, secara tertulis belum. Kita selalu siap melakukan pengamanan secara maksimal,” tambahnya.

Sementara informasi yang diterima pihak Polrestabes Surabaya, bahwa rencana deklarasi penutupan Gang Dolly dan Jarak, dilakukan di Gedung Islamic Center Jalan Dukuh Kupang, Surabaya.

“Rencananya di Islamic Center nanti ada Menteri yang datang, Muspika juga, dari pihak Pemprov Jatim. Untuk pengamanan, kalau dilihat dari perencanaannya, itu kan cuma deklarasinya saja, kalau penutupan lancar, paling kita akan mengamankan jalur VIP-nya. Itu yang pasti,” papar Setija.

Ditanya masalah kemungkinan adanya perlawanan atau unjuk rasa dari PSK, mucikari dan warga yang menolak penutupan, Setija lagi-lagi menegaskan bahwa pihaknya belum sampai melihat ke arah sana.

“Kalau pun ada unjuk rasa, kan ada secara ketentuan mengadakan unjuk rasa, mungkin jelang penutupan nanti akan ada laporan unjuk rasa. Ada semua unsur ada yang mewakili itu penolakan itu, ada unsur tokoh masyarakat, ada PSK-nya sendiri yang juga menjadi deklarator. Semua akan kita siapkan untuk pengamanan,” papar Setija. (PN/SPT)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.