Home Nasional Daerah Intimidasi Hantui PSK Dolly yang Mau Tobat

Intimidasi Hantui PSK Dolly yang Mau Tobat

0

psk gang dollyPOROSNEWS.COM – Seminggu menjelang penutupan resmi Lokalisaasi Dolly dan Jarak,  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Kota Surabaya, yang menurunkan personel relawan untuk pendampingan Pekerja Seks Komersial (PSK), memastikan telah menemukan dan memiliki bukti adanya intimidasi terutama terhadap PSK yang terang-terangan menyatakan hendak bertaubat.

Adalah Muhammad Arifan, Ketua Pendampingan Lokalisasi pada DPD Muhammadiyah Kota Surabaya mengungkapkan,  selama beraktivasi melakukan pendampingan PSK di Lokalisasi—khususnya Dolly dan Jarak, ketika PSK sudah menyatakan niatnya hendak bertaubat, justru mendapat intimidasi dari berbagai pihak—bertujuan agar mengurungkan niat itu.

“Terdapat berbagai bentuk intimidasi. Terbanyak berbentuk: PSK didatangi oleh pihak-pihak tertentu dan ditanya (dalam nada menekan) telah memperoleh bantuan apa saja, dan dari mana bantuan tersebut,” ungkap Muhammad Arifan.

Memang, para PSK yang didampingi hanya sekadar didatangi. Kendati demikian sudah menimbulkan rasa ketakutan.

“Setelah PSK tersebut merasa takut, penekanan kemudian dilanjutkan, agar PSK tidak ikut-ikutan bertaubat. Karenanya, Pendampingan Lokalisasi DPD Muhammadiyah Kota Surabaya, berharap ada pihak bersedia memberikan jaminan keamanan terhadap PSK yang benar-benar telah menyatakan keinginan untuk bertaubat. 

Disamping itu, kami para relawan juga berharap mendapatkan perlindungan keamanan dari pihak-pihak yang berwajib, agar dapat melaksanakan tugas relawan (membantu) pendampingan hingga tuntas,” ungkap Muhammad Arifan.

Hingga saat ini, ungkap Muhammad Arifan, telah ada 18 orang PSK dan mantan PSK yang  menjadi warga binaan DPD Muhammadiyah Kota Surabaya. Bahkan jumlah tersebut akan terus bertambah, setelah ada PSK dan juga warga terdampak, ikut bergabung untuk dibina.

“Dalam membina ini, kami tidak terlalu bergantung pada kapan lokalisasi Dolly dan Jarak tersebut hendak ditutup. Karena langkah yang kami lakukan, murni memberi pembinaan untuk mengembalikan mereka ke jalan yang diridloi Allah,” ungkapnya seperti dikutip Harian Surya.

Siti (bukan nama sebenarnya dengan tanggungan dua orang anak yang ditinggal di kampungnya di Kabupaten Magetan, red), adalah PSK di lokalisasi Jarak.  Kendati sudah  ikut pembinaan Muhammadiyah, namun masih melayani pelanggannya. Ia mengaku beberapa kali didatangi orang-orang  yang tidak terlalu dikenalnya, yang meminta agar tidak ikut-ikut pembinaan itu.

“Saya jawab mas, wong saya ini ingin tobat kok dihalang-halangi. Ingin hidup lebih baik bersama dua anak saya, kok di halang-halangi. Ya tak tanya; apa Peno (apa kamu, red) melarang iku, bisa berbuat apa untuk aku? Katene nyukupi butuh ku ta? (akan mencukupi kebutuhanku to?, red) ” ungkapnya berkisah.


Ketua DPD Muhammadiyah Kota Surabaya, H. Zayn Chudhori mengungkap, Muhammadiyah Kota Surabaya disamping memiliki program pendampingan dan  pembinaan PSK juga disertai dengan menyalurkan bantuan. Para PSK yang sudah menyatakan hendak bertaubat, kemudian mengungkapkan keinginan memiliki usaha kecil-kecilan.

Bantuan dari DPD Muhammadiyah, diberikan juga mendasar pada permintaan, atau keinginan macam usaha yang hendak dibuka. Hingga saat ini telah disalurkan tiga unit mesin cuci (untuk usaha jasa Laundry), sembilan rombong untuk berdagang di Kaki Lima yang sudah dilengkapi dengan isi dagangannya, serta uang dalam bentuk tabungan masing-masing sebesar Rp 400 ribu.

Ada pula yang memilih pulang kampung, untuk membuka warung bakso, mie ayam serta jasa laundry.

“Yang ingin pulang kampung, kami hantar hingga kampungnya, dan terus dibina dan didampingi hingga usahanya dapat berjalan dan bekas PSK tersebut dapat mandiri,” ungkap Zayn dengan menyebutkan, untuk keperluan pendampingan PSK ini, Muhammadiyah Kota Surabaya menyediakan 25 relawan. (PN/SUARAISLAM)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.