Home Nasional Hukum KPK Minta Budi Mulya Perjelas Duit Century di Luar Negeri

KPK Minta Budi Mulya Perjelas Duit Century di Luar Negeri

0

POROSNEWS.COM  – Terdakwa Perkara dugaan korupsi terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, Budi Mulya, akan menghadapi tuntutan pada sidang lanjutan yang akan digelar pada Senin (16/6) pekan depan.

Terkait tuntutan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap perkara Budi Mulya bisa memperjelas pengejaran aset Bank Century yang berada di luar negeri.

“Century itu yang menarik apakah kasus itu bisa memperjelas kasus-kasus di luar negeri yang duit-duit kita di-freezing (bekukan). Di mana kasus-kasus itu tidak menampilkan terdakwanya (in absentia),” kata Bambang Widjojanto saat diskusi media di Cisarua, Bogor, Sabtu (14/6).

Seperti diketahui, aset Century yang berada di luar negeri diduga mencapai Rp 3 triliun. Di Hongkong, aset Century dikatakan sebesar 19,25 juta dollar Amerika. Kemudian di Standard Chartered Bank senilai Rp 650 juta dollar Amerika dan 400.000 dollar Singapura.

Di New Jersey, aset Century mencapai 16,5 juta dollar Amerika. Di Swiss sebesar 220.000 dollar Amerika, di Inggris 872.000 dollar Amerika, di Kuba sebesar 14,8 juta dollar Amerika.

Namun, diduga aset ilegal Bank Century di luar negeri mencapai Rp 12 sampai Rp 14 triliun.

Terkait hal tersebut, Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Amir Syamsuddin mengatakan tengah melakukan upaya pembekuan aset milik terpidana kasus korupsi terkait Bank Century, Robert Tantular yang berada di New Jersey.

Menurut Amir, aset milik Robert Tantular di New Jersey diperkirakan ada 40 juta dolar Amerika. Tetapi, yang berhasil terdeteksi hanyalah 16 juta dolar Amerika.

Namun, Amir mengatakan bahwa proses pembekuan tersebut masih berlangsung. Dengan posisi aset tersebut tidak dapat dicairkan. (PN/BST)

 

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.