Home Nasional Hukum ICW Minta KPK Bongkar Sindikat Ekspor Timah Ilegal

ICW Minta KPK Bongkar Sindikat Ekspor Timah Ilegal

0

kpk buildPOROSNEWS.COM – Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Firdaus Ilyas, mengungkapkan penyebab utama transaksi timah ilegal disebabkan karena lemahnya pengawasan. Kata dia, sebenarnya tidak sulit untuk membongkar sindikat ekspor timah ilegal, apalagi timah dikirim di pelabuhan yang jelas dan melibatkan berbagai instansi.

Firdaus menjelaskan, berdasarkan penelusuran ICW total volume ekspor timah ilegal dari tahun 2004 hingga 2013 mencapai 301.800 metrik ton (MT) dengan nilai penjualan sebesar USD4,368 miliar atau setara dengan Rp50.121 triliun. Dari jumlah itu dugaan kerugian negara sebesar USD130.752 juta. Angka tersebut merupakan kewajiban pembayaran royalti yakni 30 persen dari sebesar USD4,368 miliar.

Jumlah kerugian itu, kata dia, masih ditambah dengan kewajiban pembayaran pajak penghasilan badan (PPh Badan). Dengan menggunakan asumsi nilai laba sebelum pajak perusahaan/smelter timah 20 persen. Sementara tarif pajak badan yang berlaku adalah untuk tahun 2004-2008 sebesar 30 persen. Tahun 2009 sebesar 28 persen dan 2010-2013 sebesar 25 persen. “Sudah saatnya KPK turun tangan melakukan pengawasan. Sementara untuk memastikan besarnya kerugian Negara, kami mendesak BPK untuk melakukan audit,” kata Firdaus, Minggu (15/6/2014).

Sebelumnya, pemerintah berencana memisahkan kewenangan tata niaga timah menjadi dua bagian, yakni hulu dan hilir. Hal tersebut dilakukan agar pengawasan tata niaga timah tidak rancu. Pemisahan domain pengawasan diharapkan dapat memperketat prosedur ekspor timah yang kerap dibobol dengan memanfaatkan celah hukum dalam Permendag 32 tahun 2013.

Kebijakan pemisahan tersebut disambut baik Presiden Komisaris Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), Fenny Widjaja. “Langkah itu menunjukan kita sudah sadar dan cerdas,” ujar Fenny.

Dengan pengetatan tata niaga tersebut, dipastikan ekspor illegal bisa ditekan, sehingga pengusaha dan Negara akan mengalami peningkatan keuntungan dari perdagangan timah,” papar Fenny. (PN/OKZ)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.